Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TANGERANGNEWS.com-Maraknya minuman kekinian seperti boba, Thai tea yang merupakan produk luar asal Taiwan dan thailand di wilayah Indonesia terlebih khusus di wilayah Kabupaten Tangerang, Kecamatan Teluknaga kini membuat cendol yang merupakan minuman asli indonesia terpinggirkan. Pasalnya, cendol dianggap sebagai minuman yang ketinggalan jaman di era milenial seperti sekarang ini.
Namun hal itu tidak membuat seorang Bakti Anggraini mengurungkan niatnya untuk membuka usaha es cendol. ' Cendol Lama Bersemi Kembali ( CLBK )’ menjadi brand dari usahanya ini.
Es cendol buatan Bakti bisa dibilang mengikuti zaman. Ia membuat inovasi cendol dalam berbagai varian rasa kekinian, seperti coklat, redvelvet, taro, mocacino dan varian buah duren dan alpukat, adapun menerima dengan paket keluarga dan acara lainnya.
Bu Bakti Guru Lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini lebih mempertahankan bahan dasar produk lokal dan meyakini peluang meraup keuntungan dari bisnis ini.

“Saya pikir es cendol ini punya peluang usaha dengan modal kecil. Alasan saya pilih es cendol karena ini adalah produk khas asli Indonesia, saya pikir dengan kombinasi cendol bersama dengan minuman kekinian akan menciptakan hal baru bagi pecinta minuman khas indonesia ini dan juga akan memberikan persaingan untuk minuman kekinian dalam dunia kuliner,” ujarnya.
Harga yang ditawarkan Bu Bakti ini cukup terjangkau. Dengan modal Rp10 ribu sampai Rp14 ribu, kalian sudah bisa menikmati berbagai varian rasa es cendol Kekinian.
Berminat menikmati es cendol ala Guru Cantik ini? Kalian bisa datang di outlet ‘Cendol Lama Bersemi Kembali ( CLBK )’ di halaman Ruko Komplek Mutiara Garuda Kecamatan Teluknaga Blok C1 Desa Kampung Melayu Timur yang ia buka dari jam 12.00.00 – 21.00 WIB. (RED/RAC)
TODAY TAGPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews