Beredar Spanduk Penolakan Safari Politik Jokowi di Tangerang
Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:41
Sejumlah titik di Kabupaten Tangerang mulai terpasang spanduk penolakan kedatangan mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
TANGERANGNEWS.com-JakCloth, brand pakaian lokal mengabarkan menutup seluruh tokonya di Indonesia karena berdampak pandemi COVID-19. Untuk mengosongkan toko, barang-barangnya pun dibanderol dengan harga murah.
"Ya, betul kami menutup seluruh toko yang ada di Indonesia," ujar Ucok Nasution, Pendiri JakCloth saat dihubungi TangerangNews, Kamis (27/5/2021).
Ucok mengungkapkan, alasan penutupan karena JakCloth terdampak pandemi COVID-19, terutama diberlakukannya kebijakan PPKM.
"Daya beli di JakCloth memang menurun sehingga kami terpaksa menutup seluruh toko. Jadi, kalau PSBB/PPKM terus diberlakukan, ya kita enggak bisa apa-apa. Saya pikir penutupan toko ini wajar," imbuh Ucok.
Total jumlah toko JakCloth di Indonesia yang tutup berjumlah 18, termasuk toko yang berada di Karawaci dan Cikupa, Tangerang.
Ucok menyebut, seluruh barang di toko JakCloth yang selalu menarik pengunjung di kalangan anak muda ini mulai 28 Mei 2021 dijual dengan harga Rp15 ribu.
"Barang-barang kami jual mulai harga Rp15 ribu, diskonnya rata-rata 80% sampai 90%," jelasnya.
Ke depan pihaknya akan berfokus dengan JakCloth online karena untuk offline dinilai sudah tidak kondusif. "Mudah-mudahan untuk online pada Desember ini bisa kita mulai desainnya," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Sejumlah titik di Kabupaten Tangerang mulai terpasang spanduk penolakan kedatangan mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews