RS Melati Kota Tangerang Luncurkan Logo Baru
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:21
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dimanfaatkan RS Melati Kota Tangerang untuk menegaskan langkah transformasi layanan kesehatan kepada masyarakat.
TANGERANGNEWS.com-Para pedagang yang menggelar lapak di sekitaran Pondok Pesantren Istiqlaliyyah Cilongok, Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang merasa terbantu dengan acara Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani ke-64.
Meskipun acara haul akan digelar dua hari lagi, yakni Minggu, 6 November 2022, pedagang yang berjualan di sana dagangannya sudah cukup laris.
“Alhamdulillah, dengan adanya momen ini berkah bagi saya," ujar Ahmad Sarnubi, pedagang pakaian muslim, Jumat, 4 November 2022.
Pria asal Tanjung Pasir ini mengaku sebagai alumni Pesantren Al Istiqlaliyyah. Bersama teman-temannya, dia menjalankan bisnis pakaian, meski sudah lulus pesantren.
Baca juga: Ini Rincian Agenda Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani di Pasar Kemis Tangerang
Lapaknya terpajang kaos, kopiah, dan jaket hasil desain dan karya mereka sendiri yang harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.
Sementara Thamrin, pedagang parfum yang berasal dari Serang mengungkapkan, sejak 2006 Thamrin berjualan di area masjid.
Keluarga pesantren memberi izin gratis untuk masyarakat yang berdagang. “Parfum dari harga Rp5 ribu sampai Rp10 ribu tergantung pesanan. Saya pengajian sambil cari rezeki,” ungkapnya.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dimanfaatkan RS Melati Kota Tangerang untuk menegaskan langkah transformasi layanan kesehatan kepada masyarakat.
TODAY TAGBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Tangerang Raya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang masih akan terjadi pada awal Februari 2026.
Sinar Mas Land (SML) kembali memperkuat posisinya sebagai pengembang kota mandiri dengan meresmikan Stasiun Kereta Api Jatake di BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa 28 Januari 2026, kemarin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews