Connect With Us

PGN Suplai 50 Ribu Meter Kubik Gas Bumi Per Bulan ke Produsen Bumbu Mi Instan

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 14 Desember 2022 | 20:11

Ilustrasi penyaluran gas PGN ke industri di wilayah Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Menjelang akhir tahun 2022, PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina menambah penyaluran gas bumi untuk PT Usaha Lestari Sehat (ULS), industri yang memproduksi bumbu untuk mi instan sehat.

Salah satu usaha dari grup PT United Family Food ini, akan menggunakan gas sebesar 1.750 MMBTU per bulan atau setara 50.000 meter kubik (M3) per bulan sebagai bahan bakar untuk boiler.

Area Head PGN Tangerang Bambang Purwanto menyampaikan komitmen PGN Grup dalam menyediakan dan mendukung sektor industri, komersial hingga rumah tangga di Tangerang untuk dapat menikmati gas bumi.

"Gas bumi yang efisien dan bersih untuk energi skala terkecil hingga terbesar bagi industri dapat mendongkrak daya saing industri," katanya, Rabu 14 Desember 2022.

Menurut Bambang, PT ULS menghasilkan produk sehat untuk konsumen yang memperhatikan gaya hidup sehat dengan harga ekonomis.

Maka, penggunaan gas bumi sebagai energi bersih dan ramah lingkungan di pabrik menjadi pilihan yang tepat dalam proses produksi.

"Gas bumi adalah energi fosil paling rendah emisi, sehingga sehat untuk lingkungan karena tidak menghasilkan polusi berlebihan," ujar Bambang.

Selain itu, pada prinsipnya PGN ingin mengoptimalkan sumber energi domestik yaitu gas bumi. Sumber gas bumi masih sustainable dalam bertahun-tahun ke depan, sehingga bermanfaat untuk pembangunan ekonomi dan menghemat impor energi.

Sampai dengan saat ini, jumlah pelanggan industri eksisting di area Tangerang sebanyak 323 industri. Artinya, wilayah Tangerang sudah familiar dengan gas bumi dan infrastruktur penunjangnya.

"Secara total, ada 452 KM jaringan gas bumi di Tangerang yang pengembangan dan utilisasi gas buminya akan terus kami tingkatkan,” jelas Bambang.

PGN terus menggencarkan pengenalan manfaat dan nilai gas bumi ke masyarakat, tidak hanya pelaku industri, sehingga bisa menarik minat untuk menggunakan gas bumi.

Selain industri, PGN are Tangerang telah melayani 20.377 Sambungan Rumah (SR), 12 komersial, dan 111 pelanggan kecil. Total volume gas bumi yang tersalur sebesar 67,64 BBTUD.

Pihaknya terus melanjutkan pengembangan pasar eksisting dan pengembangan pasar baru baik untuk industri dan komersial melalui jaringan pipa gas.

"Target 1 juta sambungan rumah tangga, kami dukung melalui perluasan jargas di Tangerang Raya seperti Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak," ungkap Bambang.

Ia menjelaskan, penggunaan gas bumi merupakan paradigma untuk menjembatani penggunaan EBT 100 persen. Mengingat potensi pemanfaatan sumber pasokan gas bumi yang besar, maka PGN meningkatkan kapasitas.

"Jadi tidak hanya mengandalkan jaringan pipa gas, kami akan melakukan pengembangan LNG menggunakan infrastruktur non pipa. Dengan ini, industri hingga rumah tangga yang masih jauh dari jalur pipa dapat terlayani,” pungkas Bambang.

PROPERTI
Tak Hanya Bangun Hunian, Komunitas hingga UMKM di Kawasan Paramount Petals Kian Bertumbuh

Tak Hanya Bangun Hunian, Komunitas hingga UMKM di Kawasan Paramount Petals Kian Bertumbuh

Rabu, 2 September 2026 | 19:55

Pembangunan sebuah kota mandiri tidak hanya berbicara mengenai rumah, jalan, maupun kawasan komersial. Kehidupan sosial masyarakat juga menjadi bagian yang terus dibangun di Paramount Petals, Tangerang.

KOTA TANGERANG
Dislipidemia Jadi Masalah Kesehatan Tertinggi di Kota Tangerang

Dislipidemia Jadi Masalah Kesehatan Tertinggi di Kota Tangerang

Rabu, 2 September 2026 | 18:46

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang mengungkap sejumlah temuan dominan terkait faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yang berkaitan dengan kondisi metabolisme dan gaya hidup masyarakat.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

TEKNO
Garuda Spark Innovation Hub di BSD City Siap Hubungkan Inovasi Lokal ke Pasar Global

Garuda Spark Innovation Hub di BSD City Siap Hubungkan Inovasi Lokal ke Pasar Global

Senin, 31 Agustus 2026 | 13:02

Guna mengoptimalkan potensi ekonomi digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Sinar Mas Land resmi menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill