Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan
Sabtu, 12 September 2026 | 17:08
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TANGERANGNEWS.com-Solois pendatang baru asal Depok, Mr. Tridoyo kembali merilis lagu sebagai single keduanya bertajuk “Karantina Blues”.
Lagu yang dibuat di masa pandemi ini bercerita tentang keluhan seseorang yang terjebak dalam situasi atau sebuah tempat dimana orang tersebut sebenarnya sudah tidak ingin berada di sana, tapi karena satu alasan dia harus tetap disana bersama rasa bosannya.

Lagu yang ditulis sendiri oleh Mr. Tridoyo ini akan dirilis secara digital di layanan streaming musik seperti Spotify, Apple Music, Itunes, Youtube Music dan sejenisnya pada 29 Januari 2021.

Masih mengusung genre yang sama seperti single perdana Mr. Tridoyo, “Hanya Ingin Bernyanyi”, yaitu Blues. Jika sebelumnya Mr. Tridoyo menampilkan musik Blues dengan format akustik yang cukup dark, saat ini dia menghadirkan Karantina Blues dengan format full band dan dengan sedikit campuran rock n roll.
Kendati demikian, gitar akustik masih bisa terdengar dalam lagu ini sebagai ritem menemani sound drum, bass dan gitar elektrik. Lagu yang diproduseri oleh Mr. Tridoyo sendiri ini berada di bawah naungan Ember Records.
“Kan udah banyak nih lagu happy dan penyemangat di masa pandemi ini, jadi ini sekarang saya bikin lagu yang buat nemenin kita ngeluh, karena kayanya sih belum ada,” ujar Mr. Tridoyo, dalam siaran persnya, Kamis (28/1/2021).
Atas lagu Karantina Blues ini, Mr. Tridoyo berharap semoga semua yang merasa terjebak di situasi karantina dan merasa bosan, bisa terwakilkan dengan lagu ini.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TODAY TAGVIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.
Pencarian terhadap delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dilanjutkan selama tiga hari kedepan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews