Nomor WA Sekda Kota Tangerang Diduga Diretas, Chat Pura-pura Pinjam Uang
Rabu, 2 April 2025 | 12:23
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS-Hati-hati dengan kebiasaan humor atau bercanda dengan kawan. Sebab, terkadang kita tidak mengetahui apakah dirinya senang dengan humor kita atau tidak. Setidaknya itu yang dialami Sardih. Pemuda yang berusia 33 tahun itu kesal dengan temannya yang kerap memukul atau mengelepak kepalanya.
Tidak tanggung-tanggung orang yang dibunuhnya itu adalah seorang PNS Bais TNI. Menurut Sardih, pembunuhan itu tidak rencanakannya. semua berawal dari kebiasaan sang teman bernama Thomas Bowo Supriyanto. "Hari itu ketika saya sedang bersama dia, dia melakukan kebiasaannya lagi. Kebetulan saya sedang membawa pisau, akhirnya saya tusuk dia," kilah Sardih kepada wartawan.
Untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya, Sardih pun harus rela tinggal di hotel rodeo. Kapolsek Cisauk AKP Wempy Santoso membernarkan hal tersebut.Menurut dia, Sardih berhasil di tangkap team buser polsek Cisauk, Kabupaten Tangerang setelah pelaku mengghadiri acara tahlilan tetangganya.
"Pelaku setelah membunuh, mencoba menghilangkan alat bukti dengan membakar identitas korban. Setelah itu korban baru di buang di tempat yang dikiranya sudah aman," jelasnya. Kini pelaku, kata dia, terjerat Pasal berlapis, yakni 365 dan 338 dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.(cos)
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali menorehkan prestasi dengan menerima penghargaan dalam ajang 14th Infobank-Isentia Digital Brand Appreciation 2025. Bank ini dinilai berhasil membangun interaksi yang kuat dengan masyarakat
Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga. Tahun ini, suasana terdapat empat rekomendasi film Indonesia terbaru yang siap menghibur penonton di bioskop.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.