Connect With Us

Pengrajin Tahu-Tempe Tangerang Juga Mogok Massal

| Senin, 9 September 2013 | 08:36

Tahu Tempe (istimewa / istimewa)


TANGERANG-Kesabaran pengusaha tahu-tempe di Kabupaten Tangerang sepertinya sudah habis, mereka pun ikut mogok berproduksi sama dengan pengusaha di Jabodetabek.  Aksi itu dipicu sebagai protes kepada pemerintah atas melonjaknya harga kedelai impor yang kini mencapai Rp10.000/Kg.

"Aksi mogok produksi akan berlangsung selama tiga hari, mulai hari ini," ujar Kobar yang tinggal di kompleks pengrajin tahu tempe  di Desa Sukabhakti, Curug, Kabupaten Tangerang  Senin (9/9/2013)

Kobar menjelaskan, mogok massal produksi tempe-tahu sebagai ajang perlawanan terhadap memlonjaknya harga kedelai.
"Ini bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak becus mengolah swasembada kedelai, sehingga kedelai berpangku pada impor," katanya.

Menurut Kobar, aksi mogok yang dilakukan perajin tempe tidak hanya di Kabupaten Tangerang saja. Tetapi juga diikuti perjain tempe se Jabodetabek-Banten.
"Jika tetap tidak ada perubahan, maka perajin tempe akan melakukan aksi ke Istana negara," katanya.

Sahban perajin tahu di wilayah Cikupa mengatakan, aksi mogok produksi yang dilakukan para perajin menyusul surat edaran dari Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) ke para perajin tempe.
"Ini bentuk solidaritas kami, biar pemerintah tahu, kalau perajin tempe-tahu sedang menderita dengan mahalnya harga kedelai," tandasnya.

 
OPINI
Predator Anak di Balik Seragam Terhormat

Predator Anak di Balik Seragam Terhormat

Selasa, 18 Maret 2025 | 18:05

Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.

NASIONAL
Sertifikat Tanah Lama Belum Terpetakan, Masyarakat Diimbau Cek ke Kantor Pertanahan

Sertifikat Tanah Lama Belum Terpetakan, Masyarakat Diimbau Cek ke Kantor Pertanahan

Kamis, 3 April 2025 | 14:10

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.

BANDARA
Hari ini Puncak Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Penumpang Diprediksi Capai 243 Ribu

Hari ini Puncak Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Penumpang Diprediksi Capai 243 Ribu

Jumat, 28 Maret 2025 | 17:59

Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.

PROPERTI
Sumarecon Serpong Catat Penjualan Ruko Premium Capai Rp300 Miliar

Sumarecon Serpong Catat Penjualan Ruko Premium Capai Rp300 Miliar

Rabu, 26 Maret 2025 | 19:59

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) berhasil mencatat penjualan yang sangat baik melalui produk komersial City Hub Commercial, “The Next Level” Workplace dan Commercial Space dari unit bisnis Summarecon Serpong.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill