Connect With Us

Pasar Cikupa Tangerang Terbakar, Jalan dari Bitung ke Tigaraksa Ditutup

Jangkar | Kamis, 2 Januari 2014 | 13:43

Pasar Cikupa Terbakar (Jangkar / TangerangNews)



TANGERANG-Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten terbakar sejak pukul 13. 00 WIB, Kamis (2/1). Sedikitnya lima kios di lantai dua pasar yang selalu ramai itu sudah ludes terbakar.  Akibat dari kebakaran tersebut, Jalan  Raya Serang yang menjadi penghubung antara wilayah Bitung ke Tigaraksa ditutup petugas kepolisian.

Sarto,30, salah satu pedagang mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. "Diduga api pertama kali muncul dari toko pakaian di lantai dua," ujar Sarto.

Menurut Sarto,  selang beberapa lama kemudian api kian menjalar melahap salah satu ruangan kosong bekas kantor CNI. "Apinya kian menjalar dan melahap bangunan kosong bekas kantor CNI," katanya.

Petugas Satpol PP Kecamatan Cikupa Budhi Muhdini mengatakan, kemungkinan api yang melahap pasar Cikupa diperkirakan karena korsleting listrik.
"Kemungkinan itu arus pendek," pungkas Budhi.

Pantauan dilokasi, empat armad pemadam kabakaran dari Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kabupaten Tangerang sudah diterjunkan.

Sampai dengan berita ini dikirim ke redaksi, api masih membesar. Sedangkan para pedagang masih sibuk menyelamatkan barang dagangannya,  sebagian lainnya membantu petugas pemadam. 
KAB. TANGERANG
Maesyal-Intan Soroti Kualitas MBG di Kabupaten Tangerang

Maesyal-Intan Soroti Kualitas MBG di Kabupaten Tangerang

Jumat, 27 Februari 2026 | 21:14

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberikan peringatan keras terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

KOTA TANGERANG
Maryono Lantik 18 ASN, Minta Jangan Hanya Kerja Sesuai Rutinitas

Maryono Lantik 18 ASN, Minta Jangan Hanya Kerja Sesuai Rutinitas

Jumat, 27 Februari 2026 | 12:57

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ruang Al-Amanah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis, 26 Februari 2026.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill