Connect With Us

2 Tewas di Makam Suci Syeh Mubarok di Tigaraksa

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 4 Mei 2015 | 10:57

Ilustrasi tenggelam. (tangerangnews / merdeka)



 

TANGERANG-Dua orang tewas di makam suci seorang ulama besar di Banten yang berlokasi di Kampung Kelapa Dua, Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (4/5) pagi.

Tempat peristirahatan terakhir Syeh Mubarok atau yang dikenal bernama asli Ki Indit itu, memang sudah menjadi rahasia umum sering didatangi peziarah dari berbagai daerah.

Peristiwa tersebut bermula saat lima orang santi dari Lebak mendatangi makam yang biasa disebut keremat tersebut. Kelimanya diketahui mejalani ibadah puasa, hingga akhirnya mereka melakukan semacam ritual, yakni mandi di sebuah sumur yang berdekatan dengan makam.  Dari lima orang santri di wilayah Maja, Lebak, Banten itu. Dua diantaranya dinyatakan tewas karena tenggelam.

Kanit Reskrim Polsek Tigaraksa, IPDA Ngapip Rujito ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya,pihaknya telah berhasil menemukan dua jasad korban yang tenggelam tersebut.

“Sudah, kami sudah menemukan dua korban,” ungkapnya.  Saat ini , kata dia, pihaknya masih melakukan penanganan peristiwa tersebut. Adapun nama korban dan rekan yang selamat masih di dalami.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

BANTEN
Truk Boks Bawa 222 Ribu Benih Lobster Diselundupkan di Pelabuhan Merak, Nilainya Capai Rp33,3 Miliar

Truk Boks Bawa 222 Ribu Benih Lobster Diselundupkan di Pelabuhan Merak, Nilainya Capai Rp33,3 Miliar

Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:33

Jajaran Polda Banten melalui Satreskrim Polres Cilegon menggagalkan upaya penyelundupan ratusan ribu Benih Bening Lobster (BBL) atau benur senilai puluhan miliar rupiah.

OPINI
Meritokrasi Tanpa Jiwa

Meritokrasi Tanpa Jiwa

Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33

Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill