Connect With Us

Benda Diduga Bom di Citra Raya Dijinakkan Tim Gegana

Denny Bagus Irawan | Selasa, 26 Januari 2016 | 22:13

Benda diduga bom. (Dira Derby / Tangerangnews)

TANGERANG-Sebuah benda yang di laporkan mirip bom ditemukam warga di sekitar pukul 16.00 WIB  di Lapangan Mardigras Citra Raya Kecamatan Panongan,  Kabupaten Tangerang, Selasa (26/1/2016). 

Penemuan benda tersebut pertama kali dilihat oleh seorang tukang sapu, selanjutnya dilaporkan kepada anggota TNI dari Jatake yang sedang duduk di belakang Bank BCA Citra Raya.

 

Kemudian  sekitar pukul 17.30 anggota Polsek Panongan di pimpin Kapolsek AKP MH SAID mendatangi dan mengamankan TKP. Petugas lalu menghubungi Tim Penjinak Bom , Gegana Polda Metro Jaya.

 

Tak lama kemudian Kapolresta Tangerang Kombes Pol Irman Sugema mendatangi lokasi. Setelah tim penjinak bom turun ke lokasi diketahui benda tersebut bukan lah bom.

"Sudah dipastikan, dalam benda itu tak terdapat muatan ledakan. Tetapi kami tetap berterima kasih kepada masyarakat, masyarakat kami minta tetap waspada dan tenang," katanya.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

NASIONAL
Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026

Senin, 6 Juli 2026 | 12:59

Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill