KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNews.com-PT Aerta Tangerang menjamin pelayanan air bersih kepada para pelanggan pada bulan Ramadan ini akan tetap berlangsung seperti biasa dengan tetap memperhatikan standar kualitas, kuantitas dan kontinuitas supai air yang selama ini telah diterapkan.
Presiden Direktur Aetra Tangerang, Untung Suryadi mengatakan, para pelanggan tidak perlu mengkhawatirkan suplai air bersih selama Ramadan. “Karena Aetra beroperasi selama 24 jam seperti biasa, bahkan pada hari Lebaran pun tidak ada yang berbeda,” ujarnya, Kamis (23/6/2016).
Untung juga mengungkapkan, Aetra tidak mengalami permasalahan dengan berubahnya pola pemakaian air pada bulan Ramadan. Pada hari biasa, waktu puncak pemakaian air adalah pada pagi dan sore hari, namun waktu Ramadan pemakaian air juga meningkat pada saat salat Tarawih dan sahur.
“Perubahan pola pemakaian air ini tidak berpengaruh pada pelayanan kami, karena kapasitas pengolahan air kami muncukupi untuk memfasilitasi hal tersebut. Selain itu bangunan sadap air baku dan instalasi pengolahan air kami juga telah dilengkapi dengan genset yang sanggup mensuplai daya untuk operasional seluruh instalasi hingga 100 persen,” katanya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGGubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di wilayah Provinsi Banten kembali diperpanjang selama dua hari ke depan hingga hari Jumat, 11 September 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat menyebar di Kota Tangerang Sejak Minggu 6 September 2026 patut diwaspadai, terutama karena partikel abu dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews