Driver Ojol Menangis di Polsek Kelapa Dua, Jadi Korban Penipuan Orderan Fiktif
Rabu, 2 April 2025 | 12:33
Seorang Driver Online menangis saat di kantor Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada dini hari, Selasa 2 April 2025.
TANGERANGNews.com-Seorang pelajar SMA di Kabupaten Tangerang berinisial DY, 15, diperkosa oleh dukun yang berprilaku cabul, pada Kamis (1/9/2016) malam. Bahkan pemerkosaan tersebut terjadi 10 kali dalam satu malam.
Kapolsek Teluknaga Kompol Supriyanto mengatakan, peristiwa itu berawal saat korban tiba-tiba menerima pesan singkat dari pelaku yang berisi .
"Saya bisa menolong dan mengobati kamu dari kiriman guna - guna"
"Melihat SMS dari pelaku tersebut, korban mempercayainya dan pelaku mengajak ketemuan di Jalan Pipa Desa Salembaran Jati, Kecamata Kosambi, Kabupaten Tangerang," katanya, Jumat (2/9/2016).
Setelah bertemu dengan korban, pelaku berhasil meyakinkan korban dan membawanya ke sebuah penginapan rumah di Kampung Bulak Selapajang, RT 01/05, Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
"Di rumah tersebut pelaku berhasil menyetubuhi korban berkali-kali," jelas Supriyanto.
Setelah selesai, korban diantar oleh pelaku ke tempat semula bertemu. Korban pun menceritakan kejadian itu kepada kedua orang tuanya.
"Korban mengaku telah dicabuli dan diperkosa oleh pelaku sebanyak 10 kali. Kemudian korban ditemani orang tuanya melaporkan ke Polsek Teluknaga," jelas Supriyanto.
Berdasarkan informasi yang didapat dari korban, ada korban lainnya yang pernah dicabuli oleh pelaku.
"Saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut dengan mengejar pelaku," pungkas Supriyanto.
Seorang Driver Online menangis saat di kantor Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada dini hari, Selasa 2 April 2025.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan daftar mata pelajaran yang akan diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA), yang menjadi pengganti Ujian Nasional (UN) bagi peserta didik sekolah.
Di balik cahaya lampu yang menyala di rumah, masjid, dan jalanan saat Hari Raya, ada sosok yang rela meninggalkan kebersamaan dengan keluarga demi menjaga keandalan listrik.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.