Trump Umumkan Darurat Ekonomi Nasional, Sebut AS Diperlakukan Tidak Adil dalam Perdagangan
Kamis, 3 April 2025 | 14:25
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional pada Selasa, 2 April 2025, waktu setempat.
TANGERANGNews.com-Krist Ade Sudiyono , Presiden Director PT Trans Bumi Serbaraja sebagai operator tol Serpong, Tangsel-Balaraja, Tangerang memastikan pada 2018 tahap pertama akan selesai. Seperti diketahui tol tersebut pengerjaannya telah dimulai pada akhir 2016 lalu.
Dia menjelaskan, proyek yang akan meringkas beban Tol Tangerang Merak itu, tahap pertama akan sampai di Legok, Kabupaten Tangerang. "Sebenarnya semester satu di 2018 itu akan selesai tahap 1A. Kemudian lanjut 1B yang lokasinya berada di Legok. Itu sudah bisa beroperasi 2018," ujar Krist, Senin (16/01/2017).
Panjang tahap satu itu menurut dia mencapai 11 Km. Ada pun pengoperasiannya akan dilakukan sesuai dengan ruas yang sudah selesai. "Kota tidak perlu menunggu sampai yang ke Balaraja selesai. Karena konsep tol ini gate to gate. Jadi banyak keluarannya. Sehingga bisa langsung dioperasikan," tuturnya.
Krist menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan tanah dari samping AEON sampai ke sisi Cisadane. Pihaknya, melaksanakan itu karena memaksimalkan yang tak mengganggu masyarakat terlebih dahulu. "Saat ini tanah badan jalan sedang kita persiapkan. Tanah sedang kami ratakan agar elevasinya sesuai," katanya.
Sedangkan proses lelang pekerjaan tersebut, menurut dia sudah dalam persiapan. Rencananya pad Februari tahun ini akan mengetahui siapa pemenangnya.
"Tender itu untuk pengerjaan struktur dan jembatan beton," tandasnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional pada Selasa, 2 April 2025, waktu setempat.
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
Cari perusahaan pengembang software kustom terbaik di Indonesia? Temukan rekomendasi terpercaya untuk solusi software yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.