Connect With Us

Warga Tanjung Burung Tangerang Hidup dengan Air Sungai Cisadane yang Tercemar

Mohamad Romli | Rabu, 22 Maret 2017 | 09:00

Warga Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang hidup dengan Air Sungai Cisadane yang Tercemar Limbah Pabrik, meski kualitas air sungai Cisadane terus menurun karena pencemaran, hingga saat ini, warga masih menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari, Rabu (22/3 (@tangerangnews 2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Sudah tahunan warga di Muara Utara Sungai Cisadane di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Taluknaga, Kabupaten Tangerang hidup dengan air yang sudah tercemar. Namun, meski kualitas air sungai Cisadane terus menurun karena pencemaran, hingga saat ini, warga masih menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.


"Air Cisadane masih digunakan untuk pertanian, perikanan dan kebutuhan warga sehari-hari, seperti cuci dan mandi," kata Muhamad Guntur, warga Tanjung Burung, Rabu (22/3/2017).


Meski tercemar, tambah Guntur, warga tidak punya pilihan lain, karena budaya menggunakan air sungai sudah begitu melekat dengan kehidupan warga.

"Selain di Tanjung Burung, disepanjang anak sungai Cisadane di kelurahan Selapajang, Kota Tangerang, bisa dilihat setiap pagi dan sore warga juga mandi dan mencuci disungai," tambahnya.

Guntur pun menceritakan, pencemaran terhadap sungai Cisadane terjadi sejak banyak berdiri pabrik di Tangerang.

"Waktu saya kecil,  saya sering minum air langsung dari Cisadane, namun sejak banyak pabrik, Cisadane mulai tercemar," jelasnya.
Ia berharap Pemerintah pusat maupun Pemerintah daerah segera melakukan tindakan untuk memulihkan kualitas sungai yang hulunya ada kabupaten Bogor tersebut.

"Pemerintah harus punya perhatian serius untuk mengembalikan kualitas air Cisadane menjadi lebih baik, intinya hanya tinggal ada kemauan, sebab sungai dibeberapa kota lain bisa dinormalisasi, meski perlu waktu lama," pungkasnya.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill