Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-Sudah tahunan warga di Muara Utara Sungai Cisadane di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Taluknaga, Kabupaten Tangerang hidup dengan air yang sudah tercemar. Namun, meski kualitas air sungai Cisadane terus menurun karena pencemaran, hingga saat ini, warga masih menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
"Air Cisadane masih digunakan untuk pertanian, perikanan dan kebutuhan warga sehari-hari, seperti cuci dan mandi," kata Muhamad Guntur, warga Tanjung Burung, Rabu (22/3/2017).
Meski tercemar, tambah Guntur, warga tidak punya pilihan lain, karena budaya menggunakan air sungai sudah begitu melekat dengan kehidupan warga.
"Selain di Tanjung Burung, disepanjang anak sungai Cisadane di kelurahan Selapajang, Kota Tangerang, bisa dilihat setiap pagi dan sore warga juga mandi dan mencuci disungai," tambahnya.
Guntur pun menceritakan, pencemaran terhadap sungai Cisadane terjadi sejak banyak berdiri pabrik di Tangerang.
"Waktu saya kecil, saya sering minum air langsung dari Cisadane, namun sejak banyak pabrik, Cisadane mulai tercemar," jelasnya.
Ia berharap Pemerintah pusat maupun Pemerintah daerah segera melakukan tindakan untuk memulihkan kualitas sungai yang hulunya ada kabupaten Bogor tersebut.
"Pemerintah harus punya perhatian serius untuk mengembalikan kualitas air Cisadane menjadi lebih baik, intinya hanya tinggal ada kemauan, sebab sungai dibeberapa kota lain bisa dinormalisasi, meski perlu waktu lama," pungkasnya.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGSalah satu tempat hiburan legendaris di Kota Tangerang, Western Karaoke, yang berlokasi di kawasan strategis Great Western Resort (GWR), Jalan MH Thamrin, Kebon Nanas, dikabarkan telah resmi berhenti beroperasi.
Wasir atau hemoroid masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat, namun banyak penderitanya memilih menunda pemeriksaan karena rasa malu dan anggapan bahwa kondisi tersebut merupakan masalah yang tabu untuk dibicarakan
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews