Connect With Us

Ingin Bicara Bisnis, J Tewas Ditusuk di Solear Tangerang

Mohamad Romli | Jumat, 21 April 2017 | 20:00

Ilustrasi Pisau (Sumber Google / TangerangNews)


TANGERANGNEWS.com-J seorang pria berusia 30 tahun, tewas ditusuk dan dikeroyok di sebuah warung kawasan Perumahan Adiyasa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Jumat (21/4/2017). Sebelum  tewas, J  warga Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang bermaksud ingin berbicara bisnis dengan rekannya di sebuah warung.


Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Gunarko mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi yang ditemui di lokasi kejadian. J sempat berbicara dengan rekannya untuk membahas binis.  Namun, korban terlibat cek-cok yang berujung dikeroyok hingga tewas.

"J diduga merupakan korban pengeroyokan karena pada saat ditemukan ia masih hidup. Namun tewas diperjalanan menuju rumah sakit. Dia tewas karena kehabisan darah akibat luka tusuk," ujar Kompol Gunarko.


Hingga kini, petugas Polresta Tangerang masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. "Kami masih mengumpulkan keterangan," tutupnya.

KOTA TANGERANG
Maryono Lantik 18 ASN, Minta Jangan Hanya Kerja Sesuai Rutinitas

Maryono Lantik 18 ASN, Minta Jangan Hanya Kerja Sesuai Rutinitas

Jumat, 27 Februari 2026 | 12:57

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ruang Al-Amanah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis, 26 Februari 2026.

NASIONAL
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Ramadan di 13 Lokasi se-Indonesia

YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Ramadan di 13 Lokasi se-Indonesia

Jumat, 27 Februari 2026 | 21:02

YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Ramadan di 13 Lokasi se-Indonesia

BISNIS
Atasi Sampah Kemasan, ALVAboard Gandeng Rekosistem Beri Warga Insentif dari Setoran Limbah

Atasi Sampah Kemasan, ALVAboard Gandeng Rekosistem Beri Warga Insentif dari Setoran Limbah

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:20

Meledaknya tren belanja online (e-commerce) dan logistik di Indonesia menyisakan tumpukan sampah kemasan yang kini menjadi masalah besar.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill