Connect With Us

Kesaksian Teman Diana yang Lihat Percikan Api saat Tabrakan Terjadi

Mohamad Romli | Minggu, 23 April 2017 | 15:00

| Dibaca : 12113

kendaraan yang digunakan Okta dan Diana. (Istimewa / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Tak pernah diduga, rencana liburan Diana Simatupang beserta teman kantor dan kekasihnya di Taman Matahari, Puncak, Bogor berubah menjadi musibah.

Keduanya diketahui tewas sebelum sampai dilokasi tujuan. "Diana sempat menelepon saya untuk pamit berangkat ke puncak sekitar jam satu siang pada Sabtu itu," kata Alam, paman korban kepada TangerangNews.com, Minggu (23/4/2017).

Alam mendapatkan kabar itu  dari teman korban yang sama-sama mengendarai sepeda motor.

"Saya terima telepon sekitar pukul 17.15  dari salah seorang teman Diana. Dia bilang.  Pak,  Diana kecelakaan di Gadog, Puncak," kata Alam menirukan suara temannya Diana.

Sontak saja dia langsung meneruskan kabar itu kepada ayahnya Diana, Anderson Simatupang. Dari cerita temannya Diana, kata Alam, rombongan tersebut hanya dua orang yang menggunakan sepeda motor, yaitu Diana dan calon suaminya. "Satu motor lagi  teman Dianya berbocengan dengan istrinya," tegasnya.

Saat menjelang lampu merah Gadog, motor temannya tersebut berhenti untuk mengisi bensin. Sementara Diana dan Okta terus melaju. "Namun Okta sempat memberikan klakson kepada mereka sebagai  tanda mereka jalan duluan," katanya. 

Saat temannya terhalang lampu merah di Gadog, dia melihat ada kecelakaan. "Mereka melihat percikan api dari motor yang terjepit mobil berwarna merah," tutur Alam. Rekan Diana tersebut segera mencari tahu korban dari kecelakaan tersebut.  Mereka menemukan korban adalah Diana, sementara Okta terpental ke dalam jurang.

"Diana saat dilokasi masih hidup, namun kakinya remuk dan mengalami luka dalam dikepala akibat benturan. Sedangkan Okta sudah meninggal dunia ," terangnya.

Anderson saat mendapatkan kabar langsung meluncur ke rumah sakit umum Ciawi. "Saya mendapatkan kabar sekitar jam 17.30 dan langsung menuju rumah sakit Ciawi, sampai disana sekitar jam 21.00," kata Anderson.

Sekitar pukul 23.30, jenazah dibawa keluarga ke kediaman korban di Griya Serpong Asri, blok BA No. 1 RT 01/08, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, dan sampai dilokasi sekitar pukul 01.30 dinihari tadi.

Kemudian korban dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Cibadak, Desa Suradita, Kecamatan Cisuak hari Minggu (23/4/2017) sekitar pukul 09.00.

PROPERTI
BTN Gelar Pameran Properti, Serpong dan Bintaro Jadi Kawasan Favorit

BTN Gelar Pameran Properti, Serpong dan Bintaro Jadi Kawasan Favorit

Senin, 16 Mei 2022 | 16:23

TANGERANGNEWS.com-PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) Tbk kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) ke-38 pada tanggal 15 Mei hingga 22 Mei 2022, di Hall A Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.

NASIONAL
Airlangga: Pembukaan Keran Ekspor CPO Disertai Pengawasan Ketat

Airlangga: Pembukaan Keran Ekspor CPO Disertai Pengawasan Ketat

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:30

TANGERANGNEWS.com-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah secara resmi akan membuka kembali keran ekspor crude palm oil (CPO) mulai Senin (23/5/2022)

MANCANEGARA
Ngeri, Langit di Cina Berwarna Merah Darah

Ngeri, Langit di Cina Berwarna Merah Darah

Senin, 9 Mei 2022 | 23:29

TANGERANGNEWS.com-Warga di sebuah kota di Provinsi Zhejiang, Cina Timur, dihebohkan dengan fenomena langka namun menyeramkan. Pasalnya, langit di kota tersebut terlihat berwarna merah darah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill