Trump Umumkan Darurat Ekonomi Nasional, Sebut AS Diperlakukan Tidak Adil dalam Perdagangan
Kamis, 3 April 2025 | 14:25
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional pada Selasa, 2 April 2025, waktu setempat.
TANGERANGNEWS.com-Pasca pengumuman kelulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) menjadi saat yang rawan terjadinya aksi tawuran antar pelajar.
Polsek Balaraja pun mengambil insiatif untuk menggandeng pihak sekolah untuk mengumumkan hasil kelulusan tersebut di halaman kantor Polsek Balaraja.
"Alhamdulilah, kemarin (Selasa), situasi pasca pengumuman kelulusan tersebut berjalan tertib dan aman," ujar Kapolsek Balaraja, Kompol Wiwin Setiawan, Rabu (03/5/2017).
Kompol Wiwin mengatakan, sebelum pelaksanaan pelulusan siswa sekolah pada tahun ini.
Pihaknya melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah yang ada di Balaraja. Dari sosialisasi tersebut, Polsek Balaraja langsung menggandeng sekolah untuk melakukan pengumuman kelulusan di depan halaman Polsek Balaraja.
“Setelah kami tawarkan untuk mengumumkan kelulusan di Polsek Balaraja. Pihak SMK Mandiri Balaraja merespons untuk mengumumkan kelulusan siswanya di halaman kantor Polsek Balaraja pada hari kemarin,” tambahnya.
Selain itu, karena keterbatasan luas halaman Polsek Balaraja, Kompol Wiwin pun memerintahkan personelnya melakukan pengamanan di masing-masing sekolah.
"Pasca pengumuman pelulusan sekolah tingkat SLTA di Kecamatan Balaraja tidak ada aksi kompoi maupun tawuran dari kalangan pelajar,” tandasnya. (RAZ)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional pada Selasa, 2 April 2025, waktu setempat.
Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga. Tahun ini, suasana terdapat empat rekomendasi film Indonesia terbaru yang siap menghibur penonton di bioskop.
Di balik cahaya lampu yang menyala di rumah, masjid, dan jalanan saat Hari Raya, ada sosok yang rela meninggalkan kebersamaan dengan keluarga demi menjaga keandalan listrik.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.