Connect With Us

Kesbangpol Kesulitan Awasi Orang dan Ormas Asing di Tangerang

Mohamad Romli | Senin, 15 Mei 2017 | 13:30

Kesbangpol Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan rapat Pemantauan Orang Asing dan Ormas Asing di Kabupaten Tangerang tahun 2017, di ruang Wereng, Gedung Sekretariat Daerah, Senin (15/5/2017). (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Saat ini, ribuan orang asing dari berbagai negara bekerja dan tinggal di wilayah Kabupaten Tangerang. Namun Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang merasa kesulitan melakukan pengawasan terkait dengan aktivitas mereka selain bekerja, misalnya aktivitas asosiasi atau paguyuban orang asing tersebut.

"Saat ini kami tidak memiliki data orang asing di Kabupaten Tangerang. Sehingga kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya, seperti Imigrasi dan Dinas Tenaga Kerja," ujar Ahmdat Hidayat, Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang usai menggelar kegiatan rapat Pemantauan Orang Asing dan Ormas Asing di Kabupaten Tangerang tahun 2017, di ruang Wereng, Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Senin (15/5/2017).

Meski saat ini belum ditemukan adanya kantor asosiasi atau paguyuban serta ormas asing di Kabupaten Tangerang. Namun, aktivitas mereka berlangsung di Kabupaten Tangerang.

"Aktivitas mereka ada yang di Kabupaten Tangerang. Namun rata-rata kantornya di Jakarta," tambahnya.

Saat ini, menurut Hidayat, jumlah orang asing yang paling banyak di Kabupaten Tangerang berasal dari Korea Selatan. 

"Jumlah mereka mencapai ribuan, tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang," tandasnya.

NASIONAL
Belasan Ribu Pelari Telkomsel Digiland Run 2026 Sumbang 26.325 Pohon Mangrove

Belasan Ribu Pelari Telkomsel Digiland Run 2026 Sumbang 26.325 Pohon Mangrove

Selasa, 23 Juni 2026 | 21:39

Sebanyak 26.325 pohon mangrove terkumpul melalui komitmen aksi lingkungan dalam event Telkomsel Digiland Run 2026.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

BISNIS
Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Senin, 22 Juni 2026 | 11:45

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill