KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Usai resmi dilantik sebagai pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Tangerang, Rabu (24/5/2017) malam, pengurus partai tersebut akan segera melakukan konsolidasi internal untuk mempersiapkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang 2018 mendatang.
"Dipertengahan bulan Ramadan kita akan melakukan konsolidasi dan pleno diperluas untuk mendengar aspirasi, bukan hanya ditingkat kecamatan tapi juga ditingkat akar rumput," ujar Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar usai dilakukan pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang, Rabu (24/5/2017) malam.
Bupati Tangerang ini juga mengatakan, dalam konsolidasi dan pleno diperluas tersebut, ia ingin mendengar aspirasi dari semua tingkatan pengurus partai Golkar di Kabupaten Tangerang soal calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan direkomendasikan di Pilbup Tangerang 2018 mendatang.
Soal tenggat waktu keluarnya rekomendasi dari pengurus pusat, Zaki menargetkan secepatnya.
"Mudah-mudahkan sebelum lebaran sudah keluar rekomendasi dari DPP," tambahnya.
Setelah keluar rekomendasi dari DPP Golkar tersebut, pihaknya juga akan segera melakukan komunikasi dengan partai politik lainnya di Kabupaten Tangerang.
Ditanya soal kesiapan dirinya untuk kembali maju sebagai Calon Bupati diperiode kedua, Zaki menyatakan, siap untuk kembali berkontestasi.
"Insya Allah saya siap. Nanti kita lihat respons masyarakat, kalau masyarakat menginginkan. Saya siap," tandasnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran strategis generasi muda guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Mendengar diagnosis kanker payudara stadium lanjut kerap memicu kepanikan, rasa sedih, hingga perasaan putus asa pada pasien dan keluarga. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai garis akhir karena penyakit dinilai sudah sulit disembuhkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews