Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-RSUD Balaraja telah meluncurkan aplikasi Si Jempol atau Sistem Informasi Jaringan Elektronik Medik Pasien Online. Salah satu fitur yang tersedia adalah e-brojol. Melalui fitur ini, pasien yang melahirkan di rumah sakit milik Pemkab Tangerang tidak perlu repot mengurus akta kelahiran anak lagi, karena sudah diurus langsung oleh pihak rumah sakit.
Direktur RSUD Balaraja, dr. Reniati Herdia mengatakan, program e-brojol sudah berlangsung sekitar satu setengah tahun ini. Dalam program ini, pihak rumah sakit tersebut bekerja sama dengan Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Tangerang.
"Ibu yang melahirkan yang sudah siap dengan data dan nama bayi pulang sudah bawa akta kelahiran," ujarnya, Jumat (26/5/2017). Dari data tahun 2016, baru 155 pasien yang melahirkan di RSUD Balaraja yang menggunakan program e-brojol tersebut.
Menurut dr. Reniati, hal yang perlu dilakukan adalah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat adanya program tersebut, karena seperti dikatakannya, masih ada ibu yang melahirkan di rumah sakit tersebut ternyata belum menyiapkan data-data yang dibutuhkan bahkan ada yang belum menyiapkan nama untuk bayinya.
Selain e-brojol, fitur lainnya dari aplikasi Si Jempol juga terdapat adalah Reservasi Pasien Online (Sirespon), Anjungan Pasien Mandiri (Autoprama) Anjungan Pendaftaran Pasien Mandiri, Penulisan dan Pemrosesan Resep Elektronik dan Terintegrasi (e-Resep), Informasi Tempat Tidur Online (Infoton, dan Sistem Informasi Hasil Pemeriksaan Melalui SMS (Sihakmas). Aplikasi tersebut bisa diunduh bagi masyarakat yang menggunakan smartphone.
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGPenyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews