Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 2017, Bulog Sub Divre Tangerang bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang menggelar operasi pasar.
“Kami sudah menggelar operasi pasar tersebut sejak sebelum bulan puasa,” ujar Kepala Sub Divre Bulog Tangerang, Pramono, Senin (5/6/2017).
Dalam operasi pasar tersebut, Bulog menjual beberapa bahan kebutuhan pokok, diantaranya gula pasir, daging kerbau beku, daging sapi beku, bawang putih dan beras premium. Namun Pramono tidak menjelaskan jadwal operasi pasar tersebut di Kabupaten Tangerang.
“Operasi pasar itu ada dua macam, yang terjadwal dan tidak terjadwal berdasarkan permintaan masyarakat,” tambahnya.
Gerakan stabilisasi harga pangan ini mematok harga beberapa kebutuhan pokok tersebut dibawah harga pasar, diantaranya gula pasir Rp12.500/kg, daging kerbau beku Rp75.000/kg, daging sapi beku Rp85.000/kg, bawang putih Rp37.000/kg dan beras premium Rp11.400/kg.
Terkait stok bahan pokok tersebut, Pramono menjamin stok aman hingga lebaran. “Kami akan melakukan operasi pasar sampai H-2 lebaran,” tandasnya.(RAZ)
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dijadwalkan akan mengumumkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri Tahap I untuk jalur domisili pada malam ini, Kamis, 26 Juni 2026, tepat pukul 21.00 WIB.
Terkait usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan dan pencegahan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), DPRD Kabupaten Tangerang menyatakan masih menunggu regulasi dari Pemerintah Pusat dan DPR RI, sebagai dasar hukum
Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews