Connect With Us

Keluhan Tak Direspon, Warga Swadaya Bangun Jembatan Ambruk di Jambe

Mohamad Romli | Minggu, 16 Juli 2017 | 09:30

| Dibaca : 1974

Tampak warga setempat bergotong royong membangun jembatan Parung Lawang yang beberapa waktu lalu ambruk. (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Warga Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang secara swadaya membangun jembatan Parung Lawang yang ambruk beberapa waktu yang lalu. Hal itu dilakukan karena keluhan mereka tidak mendapat respon cepat dari pemerintah daerah.

Edi Heryanto, warga setempat mengatakan pembangunan tersebut dilakukan sejak Jumat (14/7/2017) kemarin. "Yang penting warga bisa melintas dulu. Kalo nunggu dibangun pemerintah lama," ujarnya Sabtu (17/7/2017).

Selain warga Desa Sukamanah, Jambe, pembangunan jembatan tersebut juga melibatkan warga dari Desa Jaga Dipa, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Desa Sukamanah tersebut.

"Kami swadaya mengumpulkan bambu serta perlengkapan lainnya dibantu juga oleh aparat dari TNI," tambahnya.

Untuk diketahui, jembatan tersebut ambruk pada Rabu (12/7/2017) pagi. Dalam peristiwa tersebut, empat orang terluka karena terjatuh ke sungai saat mereka melintas dengan mengendarai sepeda motor.(RAZ)

WISATA
Wisata Edukasi Lalu Lintas di Kampung Talas Kota Tangerang

Wisata Edukasi Lalu Lintas di Kampung Talas Kota Tangerang

Kamis, 16 September 2021 | 17:21

TANGERANGNEWS.com-KMelihatampung Talas yang terletak di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, merupakan kampung yang sangat unik

SPORT
Ditaklukkan Bali United, Pelatih Persita: Kecewa tapi Kompetisi Masih Panjang

Ditaklukkan Bali United, Pelatih Persita: Kecewa tapi Kompetisi Masih Panjang

Jumat, 24 September 2021 | 19:39

TANGERANGNEWS.com- Kekalahan Persita Tangerang dalam laga lanjutan Liga 1 2021melawan Bali United pada Jumat sore 24 September 2021, membawa kekecewaan bagi Pelatih Kepala Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro

OPINI
Sekolah Ditarik Pajak, Konsep Pendidikan yang Dipertanyakan

Sekolah Ditarik Pajak, Konsep Pendidikan yang Dipertanyakan

Jumat, 24 September 2021 | 09:34

TANGERANGNEWS.com-Oleh: Rut Sri Wahyuningsih. Institut Literasi dan Peradaban Pemerintah tengah mengajukan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap jasa pendidikan sebesar 7%. Agenda tersebut tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU)

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin