Connect With Us

Kapolsek Rajeg: Dosa Membiarkan Obat Keras Beredar Bebas

Mohamad Romli | Rabu, 2 Agustus 2017 | 11:00

Kapolsek Rajeg, AKP Ambarita (Kanan), Rabu (2/8/2017). (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Penyalahgunaan obat yang masuk golongan keras dikalangan anak-anak dan remaja harus mendapatkan perhatian semua pihak. Obat-obat yang masuk golongan G tersebut bisa merusak masa depan penerus bangsa.
 
Kapolsek Rajeg, AKP Ambarita merasa geram karena mendapatkan pelaku yang menjual obat keras tersebut di wilayah hukumnya. "Pelaku pemuda berinisial SU, 23, saat ditangkap kami menemukan barang bukti 816 pil tramadol dan eximer disaku celananya," ujar AKP Ambarita kepada TangerangNews.com, Rabu (2/8/2017).
 
Pemuda asal Aceh tersebut membuka toko kosmetik di Kampung Baru RT 19/5, Desa Pangarengan Kecamatan Rajeg. Saat ditangkap Jumat (28/7/2017) yang lalu, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya, uang sebesar Rp850 ribu yang diduga hasil penjualan obat tersebut.
 
Selain tidak mengantongi izin menjual obat keras tersebut, pelaku juga menjual dengan harga murah kepada pelajar, Rp10 ribu untuk satu paket yang berisi empat butir. Dari pengakuan pelaku, ia belum lama menjual obat keras tersebut kepada anak-anak, remaja dan pelajar disekitar Rajeg tersebut.
 
"Namun kami tidak percaya begitu saja, karena pelaku sudah lama menjadi target," tambah AKP Ambarita dengan nada tinggi menahan emosi. Perwira yang dikenal lemah lembut tersebut tak bisa menyembunyikan amarahnya. Ia bertekad akan terus memberantas peredaran obat yang bila disalahgunakan bisa merusak mental generasi muda tersebut.
 
"Dosa kalau dibiarkan, hancur generasi muda kita. Mau jadi apa ke depan bangsa ini," tegasnya masih dengan nada tinggi.
 

 
Pelaku yang berkulit sawo matang tersebut pun dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 197 Undang-undang Nomor 36/2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak satu setengah Miliar karena diduga dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar.
 
"Saya tergugah dan tersentuh untuk menegakkan hukum dan melindungi anak-anak yang belum menjadi korban," tandasnya.
 
Diketahui, Tramadol dan eximer dua jenis obat keras yang sering disalahgunakan kegunaannya. Dua jenis obat keras ini pun disinyalir mudah didapatkan karena beredar luas. Padahal untuk mendapatkan obat keras tersebut harus melalui resep dokter.
 
Tramadol adalah obat keras yang biasanya digunakan sebagai pereda nyeri sedang hingga hingga berat, biasanya diberikan kepada pasien pasca operasi. Sementara eximer adalah obat penenang yang biasanya digunakan untuk pasien gangguan kejiwaan berat dan dapat menimbulkan efek kecanduan.
 
Penggunaan kedua obat tersebut harus berdasarkan resep dokter, karena bila dikonsumsi tidak sesuai dosis dan dalam jangka panjang, berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh yang bisa berujung kematian.
 
Selain itu, menjual obat keras harus mendapatkan izin dari Pemerintah. Di Kabupaten Tangerang izin tersebut diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).(RAZ)
NASIONAL
Tekan Risiko Karhutla, DPR Desak Kementerian PU Reaktivasi Kanal Gambut

Tekan Risiko Karhutla, DPR Desak Kementerian PU Reaktivasi Kanal Gambut

Rabu, 4 November 2026 | 15:22

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut dinilai memerlukan langkah strategis melalui pengelolaan tata air yang berkelanjutan.

OPINI
Pembangunan untuk Kepentingan Umum, Tetapi Bagaimana dengan Keadilan Bagi Pemilik Tanah?

Pembangunan untuk Kepentingan Umum, Tetapi Bagaimana dengan Keadilan Bagi Pemilik Tanah?

Selasa, 3 November 2026 | 23:36

Pembangunan jalan tol sering dianggap sebagai salah satu tanda kemajuan suatu daerah. Selain mempermudah perjalanan, keberadaan jalan tol juga diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill