Banten Duduki Peringkat Pertama Udara Terburuk di Indonesia Malam Ini
Sabtu, 3 Januari 2026 | 20:20
Kualitas udara di Provinsi Banten tercatat menjadi yang terburuk di seluruh Indonesia pada Sabtu malam, 3 Januari 2026.
TANGERANGNEWS.com-Aruna Prabu, 26, ditemukan tak bernyawa dengan tubuh membiru kaku, serta hidung mengeluarkan darah dikontrakannya di Kampung Talaga, Desa Talagasari, Balaraja, Sabtu (4/11/2017).
Korban diketahui sudah tak bernyawa saat rekan kerjanya, Adi Gunadi, yang mendatangi korban karena tidak masuk kerja sejak hari Selasa (31/10/2017).
Saat Adi mengetuk pintu kontrakan korban, tidak ada jawaban. Adi pun kemudian mendatangi pemilik kontrakan dan membuka pintu tersebut dengan kunci cadangan.
Alangkah kagetnya ia saat menemukan rekan kerjanya tersebut terbujur kaku dengan kondisi wajah yang menghitam serta hidung mengeluarkan darah.
Jasad korban juga sudah mengeluarkan bau tak sedap karena diduga sudah beberapa hari meninggal dunia.
Kapolsek Balaraja, Kompol Wendy Andrianto yang datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, korban diduga meninggal dunia karena sakit.
Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya berbagai obat sesak nafas, asam lambung, pusing dari sebuah klinik.
“Korban meninggal dunia diduga karena sakit,” ujarnya.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Balaraja. Keluarga korban yang datang sekitar pukul 12.30 WIB. Dan membawa korban untuk dimakamkan di Bekasi.
“Kami tidak melakukan otopsi terhadap korban, karena keluarganya keberatan korban diotopsi,” tukasnya.(DBI/HRU)
Kualitas udara di Provinsi Banten tercatat menjadi yang terburuk di seluruh Indonesia pada Sabtu malam, 3 Januari 2026.
TODAY TAGNama Zohran Mamdani menjadi sorotan dunia usai hasil proyeksi pemilu menunjukkan dirinya unggul jauh dalam pemilihan Wali Kota New York.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dan Serang resmi melanjutkan kolaborasi pengelolaan sampah lintas wilayah di TPSA Cilowong, Kota Serang.
Tahun 2025 memang telah berlalu, lembaran baru tahun 2026 datang menggantikan. Namun, akankah sejumlah penderitaan, bencana dan kasus-kasus pembunuhan juga ikut menghilang? Atau makin bertambah seperti halnya bertambahnya deret angka.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews