Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya
Senin, 27 Juli 2026 | 14:28
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TANGERANGNEWS.com-Warga Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang mulai bersiaga untuk mengantisipasi banjir kiriman akibat meluapnya debit air Cisadane, Senin (5/2/2018).
Asep, warga setempat kepada TangerangNews.com mengatakan, sejak pukul 14.00 WIB debit air terus naik dan telah menggenangi lahan garis sempadan sungai (GSS) di muara sungai yang hulunya terletak di Kabupaten Bogor tersebut.

Salah satu lokasi yang telah tergenang air adalah sekretariat komunitas Tabur Mangrove, komunitas pegiat lingkungan hidup di desa setempat.
"Tadi ketinggian air sudah sampai selutut orang dewasa," ujarnya.
Lanjut Asep, Desa Tanjung Burung beserta Desa Kohod, Pakuhaji yang lokasinya persis di muara sungai tersebut kerap menjadi langganan banjir akibat meluapnya Sungai Cisadane. Sehingga, dimusim penghujan seperti saat ini, warga sudah terbiasa mengantisipasi datangnya banjir.
"Biasanya meluap ke perkampungan kalau pas laut juga sedang pasang, tapi untuk saat ini masih mengalir deras ke laut," bebernya.
Warga setempat, terutama yang bermukim dekat dengan sungai pun saat ini sudah bersiaga jika sewaktu-waktu banjir merendam rumah mereka.
"Kalau warga di sekitar sungai sih sudah siaga jika sewaktu-waktu terjadi banjir," tukasnya.(RAZ/HRU)
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TODAY TAGFestival Cisadane 2026 mencatatkan capaian yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Selama lima hari pelaksanaan, ajang budaya tahunan di Kota Tangerang itu berhasil menarik sekitar 139.682 pengunjung
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews