PSEL Jadi Magnet Investor, PLN Jamin Pembelian Listrik hingga 30 Tahun
Kamis, 23 Juli 2026 | 21:50
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin menarik perhatian investor dari dalam maupun luar negeri.
TANGERANGNEWS.com-Warga Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang mulai bersiaga untuk mengantisipasi banjir kiriman akibat meluapnya debit air Cisadane, Senin (5/2/2018).
Asep, warga setempat kepada TangerangNews.com mengatakan, sejak pukul 14.00 WIB debit air terus naik dan telah menggenangi lahan garis sempadan sungai (GSS) di muara sungai yang hulunya terletak di Kabupaten Bogor tersebut.

Salah satu lokasi yang telah tergenang air adalah sekretariat komunitas Tabur Mangrove, komunitas pegiat lingkungan hidup di desa setempat.
"Tadi ketinggian air sudah sampai selutut orang dewasa," ujarnya.
Lanjut Asep, Desa Tanjung Burung beserta Desa Kohod, Pakuhaji yang lokasinya persis di muara sungai tersebut kerap menjadi langganan banjir akibat meluapnya Sungai Cisadane. Sehingga, dimusim penghujan seperti saat ini, warga sudah terbiasa mengantisipasi datangnya banjir.
"Biasanya meluap ke perkampungan kalau pas laut juga sedang pasang, tapi untuk saat ini masih mengalir deras ke laut," bebernya.
Warga setempat, terutama yang bermukim dekat dengan sungai pun saat ini sudah bersiaga jika sewaktu-waktu banjir merendam rumah mereka.
"Kalau warga di sekitar sungai sih sudah siaga jika sewaktu-waktu terjadi banjir," tukasnya.(RAZ/HRU)
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin menarik perhatian investor dari dalam maupun luar negeri.
TODAY TAGSelain pertunjukan hiburan dan budaya, gelaran Festival Cisadane 2026 juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan hiburan interaktif bagi para penumpang anak-anak beserta keluarga, dalam menyemarakkan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada Kamis 23 Juli 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews