KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Pemandangan unik terjadi saat ratusan nelayan berbuka puasa bersama (bukber) Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kamis (7/5/2018).
Kapolres beserta ratusan nelayan itu bukber diatas kapal nelayan yang tengah bersandar di dermaga.
Suasana pantai dan aroma udara laut menyatu dalam suasana penuh keakbaran tersebut.
"Acara buka puasa hari ini bukan hanya ngemper, tapi juga terapung karena di perahu di atas air tempat nelayan mencari ikan," kata Sabilul.

Sabilul menegaskan, kegiatan itu dilaksanakan untuk mendekatkan diri pada komunitas nelayan. Menurutnya, nelayan adalah salah satu segmen di masyarakat yang harus diberi perhatian dan penghargaan.
"Kalau tidak ada nelayan, mungkin kita akan kesulitan bila ingin mengonsumsi ikan laut," tambahnya.
Sabilul berpesan agar nelayan tidak mengonsumsi minuman memabukkan, obat-obatan terlarang, serta tidak melakukan tindak pidana perjudian. Selain itu, ia juga meminta nelayan agar mengedepankan musyawarah bila sedang menghadapi masalah.
Nelayan juga diimbaunya untuk selektif mengelola informasi yang diterima. Karena nelayan bisa saja menjadi korban berita hoax yang pada ujungnya merugikan nelayan. Selain hoax, Sabilul pun menegaskan nelayan juga mesti mewaspadai penyebaran paham radikal dan gerakan terorisme.
"Terakhir pesan saya, dalam waktu dekat kita akan melaksanakan Pilkada. Mari, sukseskan agar berlangsung dengan damai dan jujur," tukasnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGGubernur Banten Andra Soni menyoroti adanya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews