Terminal Poris Plawad Kota Tangerang Mulai Dipadati Ratusan Bus Arus Balik Lebaran
Rabu, 25 Maret 2026 | 19:36
Arus balik Lebaran 2026 di Terminal Poris Plawad Kota Tangerang mulai ramai menyusul ratusan bus yang berdatangan dari Jawa dan Sumatera.
TANGERANGNEWS.com-Korban tewas akibat peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebuah gudang milik PT Aluminium Indonesia di Kawasan Pergudangan Manis, Desa Kadu, Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (6/9/2018) kemarin kini bertambah menjadi dua orang.
Setelah sebelumnya Triyono, 41, seorang buruh yang sedang merenovasi salah satu gudang kosong di kawasan pergudangan tersebut menjadi korban tewas terpanggang di lokasi. Kini Salimi, 60, korban luka bakar yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit pun kini nyawanya tak tertolong lagi.
"Saudara Salimi meninggal dunia pasca perawatan di Rs Arya Medika Jati Uwung," ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho, Jumat (7/9/2018).
Alex menyebutkan, sejauh ini pihak kepolisian secara intensif telah melakukan pemeriksaan terhadap 6 saksi yang diduga mengetahui kronologi awal terjadinya kebakaran hingga menyebabkan dua orang tewas dan dua lainnya luka bakar cukup parah.

"Sudah enam oran yang diperiksa dari security dan warga sekitar," ucapnya.
Selain itu, hingga kini aparat kepolisian belum bisa melakukan olah TKP lantaran petugas pemadam kebakaran masih berjibaku mendinginkan lokasi dari percikan api yang masih sesekali timbul di gudang.
"Belum diserah terimakan (dari Damkar ke Polisi), belum padam apinya," jawabnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, diketahui kebakaran terjadi saat beberapa orang pekerja sedang melakukan pengelasan guna merenovasi bangunan gudang.
Namun saat korban atas nama Triyono sedang mengelas tiang terjadi percikan api dan jatuh di atas gulungan aluminium, sehingga menyebabkan kobaran api menghanguskan gulungan-gulungan alumunium yang mudah terbakar.(RAZ/RGI)
Arus balik Lebaran 2026 di Terminal Poris Plawad Kota Tangerang mulai ramai menyusul ratusan bus yang berdatangan dari Jawa dan Sumatera.
TODAY TAGRamadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu
Pulau Sangiang, sebuah pulau tersembunyi di tengah Selat Sunda, kini tak lagi terisolasi jaringan internet.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews