KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Komunitas Ide Indonesia membangun Rumah Pintar di objek wisata Cigaru, Desa Cigaru, Kecamatan Cisoka. Peresmian ruang belajar itu digelar Jumat (16/11/2018).
Ketua Umum Ide Indonesia Entrepreneurs Prianto Indra berharap, Rumah Pintar dapat meningkatkan minat baca masyarakat serta memberikan manfaat kepada mayarakat sekitar untuk menambah pengetahuan.

"Dengan adanya Rumah Pintar, tentu akan banyak manfaat yang lebih luas. Sehingga Rumah Pintar ini akan memberi manfaat maksimal tidak hanya kepada masyarakat sekitar, tetapi juga masyarakat luas yang berkunjung," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Arsyad Husein yang mewakili Bupati Tangerang dalam peresmian itu mengatakan, program tersebut berkontribusi dalam meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat.
“Anak yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia adalah generasi yang dapat memajukan bangsa ini. Program Rumah Pintar ini ditujukan untuk warga yang kesulitan menjangkau fasilitas belajar,” ujarnya.

Arsyad berpesan agar masyarakat terus menjaga fasilitas Rumah Pintar tersebut dan memanfaatkannya sebagai media belajar masyarakat.
“Gerakan menuju Indonesia pintar harus tetap berjalan, Rumah pintar dapat dijadikan sebagai pusat kreatifitas anak, magnet positif terutama anak-anak untuk meningkatkan kreatifitas," bebernya.(RMI/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGSinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews