Connect With Us

Hindari Gadget, Siswa SD Permata Hati Tangerang Diajarkan Tarian Nusantara

Rachman Deniansyah | Sabtu, 2 Februari 2019 | 14:00

Kegiatan Gebyar Permata Hati dengan pementasan kebudayaan oleh para siswa di Jalan Wijaya Kusuma Raya No. 1, Bojong Nangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (2/2/2019). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Di era milenial ini, mayoritas anak-anak lebih mengenal ragam aplikasi dan game pada gadget dibanding budaya Indonesia.

Melihat fenomena tersebut, SD Islam  Permata Hati Kabupaten Tangerang menggelar pentas kebudayaan, untuk mengenalkan lebih jauh ragam budaya kepada siswa siswi, Sabtu (2/2/2019).

Bertempat di Jalan Wijaya Kusuma Raya No 1, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sekitar 1100 peserta dari tingkat Kelompok Bemain (KB) atau play group hingga SD, menunjukkan kemampuannya menari tarian adat di atas panggung.

Mereka juga mengenakan baju adat khas masing-masing daerah, hingga penampilannya terlihat elok.

Berkonsep tarian dari permainan daerah, kegiatan tersebut mengingatkan segala macam permainan yang ada di nusantara. 

"Acara ini memang dipilih kebudayaan sebagai tema tarian, yaitu Dolanan (permainan) Nusantara, sehingga sesuai dengan tema acaranya yakni Anak Indonesia Hebat Berkarya," jelas Iis Yulianingsih, panitia pelaksana acara Gebyar Permata Hati. 

Iis menambahkan, bahwa acara ini diharapkan bermanfaat bagi para anak didiknya, sehingga mampu meningkatkan kreatifitas dan menggali potensi serta melatih ketangkasannya.

Menurutnya kegiatan seperti ini sangatlah perlu, mengingat sudah banyak anak-anak yang lebih memilih bermain gadget sehingga sudah tidak mengenal permainan daerah tersebut. 

"Padahal permainan daerah justru memiliki manfaat yang banyak bagi anak-anak, karena selain seru juga tetap bisa bersosialisasi. Tidak seperti permainan gadget yang individual," jelasnya.

Kegiatan ini, kata dia, merupakan acara puncak dari berbagai rangkaian lomba yang meliputi berbagai aspek, yakni olahraga, akademik, dan kesenian. 

Sementara, Kepala Sekolah KB TK SD Islam Permata Hati, Uswah mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka silaturahim. 

"Silaturahim keluarga besar dari Permata Hati, baik yang masih aktif ataupun sudah lulus. Dan juga menjalin silaturahim dengan sekolah lain, karena peserta lomba juga ada dari TPA, Posyandu, SD se-Kecamatan Kelapa dua," ungkapnya. 

Selain itu, dalam kegiatan kali ini juga sekaligus melaunching SMP pertamanya di Sekolah Permata Hati. 

"Sebelumnya di sini (Permata Hati) baru tersedia playgroup, TK dan SD. Jadi kegiatan ini juga sebagai launching untuk tingkat SMP, namun lokasinya terpisah," bebernya. 

Uniknya, Uswah menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang dimana siswanya dapat jajan sepuasnya. "Jadi ini juga jadi ajang anak-anak untuk jajan, karena di sini tidak ada kantin dan tidak diperbolehkan membawa uang," tuturnya.(RAZ/RGI)

TANGSEL
Cari Identitas Kota, Pemkot Tangsel Gelar Sayembara Desain Batik Khas Berhadiah Jutaan Rupiah

Cari Identitas Kota, Pemkot Tangsel Gelar Sayembara Desain Batik Khas Berhadiah Jutaan Rupiah

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:27

Kesempatan bagi para desainer, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat umum untuk mengukir identitas budaya Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

KAB. TANGERANG
Tahanan Kasus Pencabulan Tangerang Gandir di RS Polri, IPW Soroti Dugaan Kelalaian Pengawasan

Tahanan Kasus Pencabulan Tangerang Gandir di RS Polri, IPW Soroti Dugaan Kelalaian Pengawasan

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:39

Seorang tahanan Polresta Tangerang berinsial SW, 49, tewas setelah nekat gantung diri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu ‎26 Juli 2026, lalu.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill