KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Aktifitas perdagangan di Pasar Cikupa, Kecamatan Cikupa, sudah mulai berangsur normal. Tranksaksi jual beli di pasar tradisional yang baru saja direnovasi tersebut juga sudah mulai menggeliat.
Salah satu pedagang beras di Pasar Cikupa, Herman, 35, mengatakan, aktifitas pasar sempat mengalami penurunan saat arus mudik dan arus balik lebaran kemarin. Akan tetapi hal tersebut tidak terlalu berdampak pada omset penjualan beras di tokonya.
“Untuk tahun ini tidak terlalu berdampak penjualan berasnya dan kenaikan harganya juga tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Karena stok beras masih tersedia dan distribusinya juga masih aman, apalagi disejumlah daerah pada bulan puasa kemarin sudah mulai panen," jelasnya, Selasa (11/6/2019).
Herman mengungkapkan, harga beras sudah mulai berangsur normal sejak Hari Raya Idul Fitri kemarin dan masih bertahan hingga saat ini. Menurut dia, lonjakan harga tersebut juga tidak terlalu berpengaruh kepada konsumennya.
“Konsumen sempat ada beberapa yang mengeluh tetapi tidak begitu mengganggu penjualannya,"ujarnya.
Hal senada disampaikan salah satu pedagang cabai, Paridi, 29. Menurutnya, distribusi cabai berbagai jenis sudah berangsur normal begitu juga dari sisi harganya.
"Sudah normal semua, pengirimannya juga tidak terganggu dan stoknya aman,” tukasnya.(RAZ/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGMenyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews