Connect With Us

Sempat Sepi, Perdagangan di Pasar Cikupa Mulai Normal Pasca Lebaran

Maya Sahurina | Selasa, 11 Juni 2019 | 09:51

Pedagang beras di Pasar Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Aktifitas perdagangan di Pasar Cikupa, Kecamatan Cikupa, sudah mulai berangsur normal. Tranksaksi jual beli di pasar tradisional yang baru saja direnovasi tersebut juga sudah mulai menggeliat. 

Salah satu pedagang beras di Pasar Cikupa, Herman, 35, mengatakan, aktifitas pasar sempat mengalami penurunan saat arus mudik dan arus balik lebaran kemarin. Akan tetapi hal tersebut tidak terlalu berdampak pada omset penjualan beras di tokonya.

“Untuk tahun ini tidak terlalu berdampak penjualan berasnya dan kenaikan harganya juga tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Karena stok beras masih tersedia dan distribusinya juga masih aman, apalagi disejumlah daerah pada bulan puasa kemarin sudah mulai panen," jelasnya, Selasa (11/6/2019).

Herman mengungkapkan, harga beras sudah mulai berangsur normal sejak Hari Raya Idul Fitri kemarin dan masih bertahan hingga saat ini. Menurut dia, lonjakan harga tersebut juga tidak terlalu berpengaruh kepada konsumennya.

“Konsumen sempat ada beberapa yang mengeluh tetapi tidak begitu mengganggu penjualannya,"ujarnya.

Hal senada disampaikan salah satu pedagang cabai, Paridi, 29. Menurutnya, distribusi cabai berbagai jenis sudah berangsur normal begitu juga dari sisi harganya.

"Sudah normal semua, pengirimannya juga tidak terganggu dan stoknya aman,” tukasnya.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang Kembali Hadir, Beras 5 Kg Cuma Rp24.500

Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang Kembali Hadir, Beras 5 Kg Cuma Rp24.500

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:21

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali digelar di halaman Gedung Usaha Daerah (GUD) Tigaraksa, Kamis 15 Oktober 2026.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill