2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com-Musim kemarau mulai melanda Kabupaten Tangerang. Sejumlah Desa di beberapa Kecamatan mulai krisis air. Seperti yang terjadi di Desa Palasari, Kecamatan Legok dan Desa Serdang Kulon, Kecamatan Curug.
Kosrudin, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan desa tersebut sudah mulai kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari - hari.

"Kami kemudian mengirimkan mobil pemadam kebakaran (damkar) dan mobil tangki air dengan total kapasitas 8.000 liter,” Katanya, Senin (22/7/2019).
Kosrudin menjelaskan, kekeringan pada desa itu terjadi sejak beberapa minggu lalu, sesuai dengan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tangerang.
“Sudah mulai urgen, makanya kemarin kita siapin 3 mobil tangki, untuk kita kirimkan," ujar Kosrudin.
Dijelaskan kosrudin, suplai air dengan 3 armada mobil tangki dari BPBD itu datang ke desa pada hari tertentu.
"Yang paling sering kami kirimkan itu di hari Jumat, karena pada hari itu masjid-masjid sekitar Curug-Panongan membutuhkan banyak air untuk aktifitas ibadah, karena air tanahnya juga sudah mulai menyusut,” jelasnya.
Kosrudin mengatakan untuk wilayah Tangerang bagian utara (Pantura) pihaknya belum mendapat laporan terkait kekeringan dan kekurangan air bersih.
"Di sana meski kekeringan air bersih untuk konsumsi tapi mereka masih dapat memanfaatkan air dari sungai-sungai atau pengairan," pungkasnya.(RAZ/HRU)
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mencatat ada sepanjang 300 kilometer (Km) jalan di wilayahnya mengalami kerusakan berat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews