Bus Penumpang Kepergok Angkut Belasan Motor Kredit di Pelabuhan Merak, Hendak Digelapkan ke Sumatera
Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:18
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TANGERANGNEWS.com-Sebuah benda menyerupai bom ditemukan petugas keamanan PT Ananta Berkat Jaya di Kawasan Millenium blok A 11 No. 28, Desa Budi Mulya, Cikupa, Kamis (28/11/2019).
Benda tersebut beruppa botol beling berisi cairan berwarna coklat. Pada bibir botol terpasang lakban berwarna kuning. Selain itu, terpasang juga rangkaian kabel.
Mendapatkan benda mencurigakan, peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cikupa.
BACA JUGA:
Kanit Reskrim Polsek Cikupa Iptu Ngapip Rujito mengatakan, petugas keamanan pabrik pertama kali mendengar bunyi aneh saat mendatangi pos satpam sekitar pukul 07.00 WIB.
"Saksi ini mendengar suara seperti dentingan jam, kemudian saat dia cek malah menemukan benda mencurigakan yang selanjutnya dia langsung menghubungi pihak kami (kepolisian)," ujarnya.

Saat petugas melakukan pengecekan, benda tersebut merupakan botol beling berisi cairan coklat yang dilakban warna kuning dan ada rangkaian kabel kecil yang terpasang pada tombol dan bibir botol yang sudah di lakban dan terletak dipojok pos satpam.
"Saat mengecek benda itu, untuk keamanan pun kita langsung menghubungi tim gegana," ujarnya.
Saat dilakukan pengecekan lebih lanjut oleh tim gegana, pihaknya pun memastikan jika benda tersebut bukan bom. Namun, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan soal benda dan teror dikawasn setempat.
"Hasilnya itu bukan bom, tapi masih terus kita selidiki terutama soal teror itu," pungkasnya.(MRI/RGI)
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TODAY TAGPT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat pada periode libur Tahun Baru Imlek 2026
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews