Amani Emas Hadir di Pasar Lama Tangerang, Layani Jual Beli hingga Gadai Emas
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:27
Masyarakat Kota Tangerang kini memiliki pilihan baru untuk menjual maupun menggadaikan emas.
TANGERANGNEWS.com-Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang kini sudah mulai surut. Namun para korban terjangkit berbagai penyakit.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmidzi. Menurutnya, ada tiga jenis penyakit pasca banjir diderita para korban.
"Penyakit terbanyak ISPA, selaib itu penyakit kulit, dan hipertensi, " ujar Tarmizi saat dikonfirmasi TangerangNews, Senin (6/1/2020).
dr. Tarmizi menambahkan, data itu hasil dari pemeriksaan yang dilakukan di Posko banjir yang tersebar di beberapa lokasi di Kabupaten Tangerang. Terdapat banyak keluhan yang menderita ketiga penyakit tersebut.
Dia juga mengatakan, mayoritas diantara mereka adalah anak-anak dan lansia. Hal itu terjadi disebabkan karena oleh sistem daya tubuh yang menurun.
“Mereka terserang ISPA karena daya tahan tubuh yang menurun. Sedangkan pengungsi yang terserang penyakit kulit karena terendam banjir yang kotor. Bagi mereka yang hipertensi karena memang sudah ada dasar mempunyai penyakit itu,” jelasnya.
dr. Tarmizi menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pengecekan secara rutin kepada para penderita. Posko Kesehatan Dinkes sendiri masih tersebar di bebarapa titik kecamatan seperti Pagedangan, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Pakuhaji, Solear, Cisoka dan Teluknaga.
“Petugas masih terus memantau kondisi kesehatan para warga, baik yang masih berada di posko pengungsian, maupun rumah-rumah warga yang terdampak banjir,” pungkasnya.(RMI/HRU)
Masyarakat Kota Tangerang kini memiliki pilihan baru untuk menjual maupun menggadaikan emas.
TODAY TAGPermintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews