Connect With Us

Jembatan Gantung di Solear Rusak Akibat Banjir, Warga Berputar 10 Km

Maya Sahurina | Rabu, 15 Januari 2020 | 13:06

Tampak Jembatan Gantung di Solear Rusak berat. (TangerangNews / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Banjir yang melanda Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu, menyebabkan rusaknya jembatan Gantung di Kampung Solear, Kecamatan Soler.

Dikatakan salah satu warga Solear, Muslim, jembatan gantung tersebut menjadi satu-satunya penghubung antara Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang, yang kerap digunakan warga untuk beraktivitas.

Menurutnya, jembatan yang baru rampung dibangun tahun 2018 itu juga diterjang berbagai sampah seperti pohon, kayu dan sampah rumah tangga. Akibatnya kerusakan jembatan pun semakin parah. 

"Banjir tinggi banget, karena sampai permukiman penduduk aja itu satu meter ketinggian airnya. Apalagi badan jembatan ini juga sudah tidak terlihat, semuanya ketutup air pada banjir hari pertama kemarin," ujar Muslim, Rabu (15/1/2020).

Muslim mengatakan, saat ini jembatan gantung itu sepenuhnya ditutup dan sudah tidak dapat lagi dipergunakan untuk aktivitas warga, baik dari Kabupaten Tangerang dan juga Kabupaten Serang.

Tidak hanya jembatan yang terlihat miring, beberapa tali penyangga jembatan juga terputus.

"Pijakan jembatan yang terbuat dari baja itu juga ada beberapa yang copot dan terangkat, jaring disamping badan jembatan juga sudah rusak, ini kalau angin kencang jembatannya juga goyang," jelasnya.

Muslim berharap pihak pemerintah terkait segera memperbaiki jembatan tersebut, agar warga dapat segera beraktivitas kembali. 

"Kalau tidak ada jembatan harus memutar sepanjang 10 kilometer lebih, baik dari warga Serang maupun warga Tangerang," ujarnya.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:17

Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill