Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com-Survei evaluasi pravalensi cacingan tahun 2019 oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menemukan puluhan siswa di Kabupaten Tangerang positif cacingan. Cacing tersebut jenis cambuk dan gelang.
Dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi, Survei melibatkan 358 siswa dari 30 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) di 30 desa/ kelurahan.
“Hasil positif cacing pada 24 siswa itu dengan rincian 19 orang siswa positif mengandung telur cacing cambuk, 4 orang siswa mengandung telur cacing gelang dan 1 orang siswa mengandung telur cacing cambuk dan gelang,” ujar Tarmizi, Jumat (24/1/2020).
Selanjutnya, siswa tersebut akan dilakukan pemeriksaan kuantitatif telur cacing dengan beberapa metode penelitian. Menurutnya, secara nasional Kabupaten Tangerang sudah aman dari cacingan karena berada di bawah 10 persen.
“Tapi tetap kita jalankan dua tahun ini. Tujuannya biar jangan sampai angka cacingan meningkat lagi, karena nanti akan berdampak pada stunting (kurang gizi) dan berdampak pada kepintaran siswa," jelasnya.
Untuk memberantas cacingan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melakukan berbagai aksi.
“Jadi pemberian obat cacing instruksi dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan RI) itu dua kali, yakni bulan Februari dan Agustus 2020,” ungkap Hendra.
Pemberian obat ini tujuannya untuk menurunkan angka cacingan. Kata dia, pada tahun 2015, angka cacingan di Kabupaten Tangerang mencapai 31 persen. Namun instruksi pemerintah pusat harus ditekan hingga dibawah 10 persen.
"Kami menganjurkan untuk minum obat cacing enam bulan satu kali, teknisnya itu yang umur 1-5 tahun bisa mendapatkan obat di Posyandu. Sedangkan untuk usia sekolah diberikan secara gratis di sekolah masing-masing,” pungkasnya.(RMI/HRU)
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Masyarakat Kota Tangerang kini memiliki pilihan baru untuk menjual maupun menggadaikan emas.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews