Connect With Us

Kasus Pedofilia di Balaraja Berawal dari Grup Whatsapp

Maya Sahurina | Jumat, 31 Januari 2020 | 17:55

| Dibaca : 2183

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi didampingi sejumlah tokoh masyarakat saat ungkap kasus pedofilia yang menelan 4 korban anak di bawah umur, Juma'at (31/1/2010) (@TangerangNews / Mohammad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengimbau para orang tua untuk mengawasi anak-anak di bawah umur saat menggunakan ponsel. Sebab, kasus pencabulan sesama jenis yang dilakukan SU, 22, di Balaraja berawal dari dunia maya.

Pelaku membuat sebuah grup WhatsApp bernama Video Viral kemudian memasukkan anak-anak di bawah umur sebagai anggota. Grup itu beranggotakan 100 orang lebih.

“Nah di grup WA video viral itulah di-share oleh pelaku sebagai admin video-video porno. Dimana kebanyakan member grupnya berusia belasan tahun dan kebanyakan masih anak-anak di bawah 17 tahun,” ujar Kapolres di Mapolsek Balaraja saat ungkap kasus yang terindentifikasi telah menelan korban 4 anak di bawah umur kepada wartawan, Jumat (31/1/2020).

Namun, pelaku mengenal salah satu korban berusia 12 tahun melalui jejaring sosial Facebook. Setelah mendapatkan nomor ponsel korban, pelaku tak langsung memasukkan korban ke grup WhatsApp Video Viral, tapi ke Grup WhatsApp Santuy.

Grup WhatsApp ini rupanya menjadi ajang seleksi pelaku terhadap calon korban yang berjumlah 189 orang.

“Setelah minta nomor handpone (ponsel) korban, pelaku memasukkan korban ke dalam group WA. Nama groupnya Santuy,” Kata Kapolres.

Pelaku kemudian mengamati tingkat keaktifan korban, mereka yang aktif berkomentar di grup WhatsApp Santuy, selanjutnya dimasukkan ke grup WhatsApp Video Viral dimana pelaku menyebarkan video-video porno.

Di grup Video Viral pun, pelaku kembali menganalisa anggota grup yang aktif, mereka yang aktif berkomentarlah yang menjadi target korbannya.

“Kemudian pelaku mengincar korban, mendatangi rumah korban, janjian. Kemudian menjemput korban dan membawa korban ke rumahnya yang hanya berdua tinggal bersama ayahnya,” terang Kapolres.

Di rumah pelaku yang berlokasi di Desa Tobat, Kecamatan Balaraja itulah, pelaku menyodomi yang saat ini telah terindentifikasi sebanyak 4 anak di bawah umur berusia 12, 13, 13, dan 15 tahun.

“Kami masih mendalami dan mengembangkan kasus ini,” pungkasnya. (RAZ/RAC)

WISATA
Floating Market, Tempat Wisata Estetik di Situ Cipondoh Tangerang

Floating Market, Tempat Wisata Estetik di Situ Cipondoh Tangerang

Jumat, 3 Februari 2023 | 17:58

TANGERANGNEWS.com-Situ Cipondoh, Kota Tangerang, semakin estetik dengan kehadiran Floating Market. Tempat wisata baru yang dibangun Pemerintah Provinsi Banten ini, sangat cocok untuk nongkrong dan berfoto ria.

BISNIS
Spring Wedding Market 2022 di SMS Tangerang Tawarkan Paket Pernikahan Terlengkap Bonus Logam Mulia

Spring Wedding Market 2022 di SMS Tangerang Tawarkan Paket Pernikahan Terlengkap Bonus Logam Mulia

Jumat, 16 Desember 2022 | 15:29

TANGERANGNEWS.com-Menutup kemeriahan program akhir tahun, The Springs Club menghadirkan Spring Wedding Market 2022.

PROPERTI
Paramount Land Luncurkan Hunian Mewah Pertamanya di Gading Serpong, Hanya 182 Unit

Paramount Land Luncurkan Hunian Mewah Pertamanya di Gading Serpong, Hanya 182 Unit

Kamis, 15 Desember 2022 | 14:59

TANGERANGNEWS.com-Paramount Land memberikan kejutan dengan menghadirkan hunian luxurious, Matera Residences di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, jelang penghujung tahun 2022.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill