Connect With Us

Zaki & Kopsyah BMI Panen Kol & Oyong di Kronjo

Redaksi | Kamis, 13 Februari 2020 | 19:26

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Presiden Kopsyah BMI Kamarudin Batubara panen sayuran kol di Desa Blukbuk, Kronjo, Kamis (13/2/2020). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bersama Presiden Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) memanen sayuran kol dan oyong di kampung Blukbuk Luwung RT 03/04 Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/2/2020).

Perekonomian di desa tersebut, kata Zaki, mulai menggeliat setelah akses jalan dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0510 Tigaraksa tahun lalu. Selain itu, juga dibangun tandon air untuk mendukung  pertanian di Desa Blukbuk.

"Perekonomian mulai menggeliat, mulai dari akses jalan, pertanian di sini pun kita dukung dengan tandon air yang dibangun oleh Pemkab Tangerang," kata Zaki dalam keterangan resminya.

Ia berharap, sektor pertanian terus ditingkatkan di wilayah tersebut.

"Saya berharap, sektor pertanian holtikultura terus digalakan untuk wilayah Kronjo yang telah terbukti seperti kol, cabe dan oyong bisa dipanen lebih cepat," tambahnya. 

Presiden Koperasi Syariah BMI Kamarudin Batubara, panen tersebut hasil petani binaan koperasi BMI. 

Di wilayah Kecamatan Kronjo, lahan untuk tanaman kol seluas 4.000 meter persegi, komoditas Oyong 6.000 meter persegi, komoditas Timun 6.000 meter persegi dan komoditas cabai 7.000 meter persegi.

"Kami memberikan pendampingan dan penyuluhan pertanian, hingga saat ini panen mencapai 1 ton untuk komoditas oyong," jelas Kamarudin.

Kariri, 50, petani Oyong yang menggarap sekitar 2.000 meter persegi lahan sawahnya menjadi lahan oyong bibirnya tersenyum sumringah atas hasil panen oyong saat ini. Oyong ditanam sekitar satu bulan lima hari.

"Panen sekarang lumayan, sekali memetik mendapatkan hingga 4 kwintal perharinya, sudah delapan hari hampir satu ton," ucapnya.

Pria yang sudah 20 tahun menjadi petani itu sebelumnya menanam tetapi merugi padi yang dia tanam mengalami puso. Ia kemudian menanam cabai dengan modal Rp6 juta dan menggarap lahan sekitar 1.500 meter persegi, Kariri tetap merugi, cabai yang dia tanam mengalami gagal panen karana cabai yang dia panen busuk terendam banjir diawal tahun.

"Gagal panen sudah saya alami, cabai yang saya tanam terendam banjir akibat hujan yang menggenangi lahan pesawahan," terangnya.

Saat ini Kariri menanam oyong sekitar 2.000 meter persegi dengan modal Rp14 juta. Ia kini dapat menikmati hasil panen itu dengan omset setiap harinya Rp1,6 juta. Setiap hari ia memetik oyong antara 300 hingga 400 kilogram. Jumlah yang sudah ia panen hampir 1,5 ton. Sementara harga  oyong berkisar Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogramnya.

"Saya terus bersemangat lagi bertani, dengan oyong lebih pendek usianya dan mudah untuk cara penanamannya," pungkasnya. (RMI/RAC)

BANTEN
 Tembus 7 Ribu Orang, Banten Peringkat Kedua PHK Tertinggi di Indonesia Sepanjang 2026

Tembus 7 Ribu Orang, Banten Peringkat Kedua PHK Tertinggi di Indonesia Sepanjang 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:37

Provinsi Banten menjadi wilayah dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang cukup memprihatinkan sepanjang Januari hingga September 2026.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

BANDARA
Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Senin, 12 Oktober 2026 | 15:12

Menyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill