Connect With Us

Hebat! Warga Sodong Village Perbaiki Jalan Tanpa Bantuan Pemerintah

Mohamad Romli | Minggu, 23 Februari 2020 | 18:36

Warga perumahan Sodong Village bergotong royong memperbaiki jalan lingkungan, Minggu (23/2/2020). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Jalan merupakan fasilitas umum yang seyogianya dibangun oleh pemerintah jika fasos-fasum sudah diberikan dari pengembang kepada pemerintah. Namun sebaliknya, perbaikan dan perawatan jalan juga menjadi tanggungjawab pengembang apabila asetnya masih belum diserahkan.

Namun, meski tanpa bantuan pihak pengembang maupun pemerintah, sejumlah Warga Perumahan Sodong Village, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ini rela bergotong royong memperbaiki jalan lingkungan mereka, Minggu, (23/2/2020).

Langkah ini dilakukan lantaran keprihatinan mereka dengan kondisi jalan yang  sulit dilalui dan becek saat musim penghujan. Sehingga mereka berinisiatif bergotong royong untuk membeli pasir, batu, bahkan tanah urugan aspal bekas.

Ketua RW 06, Desa Sodong, Roni mengatakan, belum adanya kepastian kapan waktu jalan akan diperbaiki membuat mereka berinisiatif memperbaiki jalan dengan cara patungan. Menurutnya, iuran  dilakukan dengan cara sukarela alias tanpa adanya unsur paksaan. 

Warga perumahan Sodong Village bergotong royong memperbaiki jalan lingkungan, Minggu (23/2/2020).

"Kita sudah berulang kali meminta kepada pengembang untuk perbaikan jalan. Tapi sejak tahun 2011 pengembang hingga kini belum memberikan kepastian waktu perbaikan," ungkapnya.

Ia mengaku, sebelumnya warga juga sudah bergotong royong memperbaiki jalan dengan  memanfaatkan material beton yang didapat dari sisa pembangunan beton di jalan tol  Tangerang–Merak. Karena jalan dianggap tidak maksimal saat dilalui, maka ditimbun dan diratakan lagi dengan urugan tanah hitam.

"Biaya opersional selama pembangunan berasal dari dana sumbangan sukarela warga. Sedangkan, peralatan yang digunakan pada proses pembenahan hingga perataan jalan berasal dari warga setempat," katanya.

Roni menyebut, pihaknya belum mengetahui status fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) Perumahan Sodong Village. Sementara, pihak pemerintah desa dan kecamatan, belum dapat berkontribusi dalam perbaikan jalan ini. Lantaran masih menunggu adanya serah terima Fasos-fasum dari pihak pengembang. 

"Jadi, kita musayawarah dan memutuskan untuk inisiatif membenahi jalan dengan sukarela. Sebab, dari pengembang tidak ada jawaban sampai saat ini soal kapan waktu diperbaiki,” tutupnya. (RMI/RAC)

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BANDARA
Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Senin, 12 Oktober 2026 | 15:12

Menyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.

BANTEN
Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS, UMKM Banten Didorong Pikat Pasar Global

Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS, UMKM Banten Didorong Pikat Pasar Global

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:00

Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-41 Tahun 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, menargetkan nilai transaksi yang fantastis, yakni mencapai 17,5 miliar dolar AS.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill