Connect With Us

Kisah Anton Liem, Mualaf yang Jadi Banser Tangerang

Mohamad Romli | Senin, 16 Maret 2020 | 15:36

Anton Liem saat mengikuti Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) di Taman Cicido, Cisoka, akhir pekan kemarin. (@TangerangNews / Mohammad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Ada yang berbeda pada kegiatan Kursus Lanjutan Banser yang digelar Gerakan Pemuda Ansor Banten pekan kemarin di Taman Cicido Cisoka Tangerang.

Diantara ratusan peserta terlihat sosok  Anton Liem, salah satu anggota Banser Satkoryon Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Anton adalah seorang mualaf pada tahun 1995. Ia kemudian memilih bergabung menjadi Banser.

"Saya menjadi mualaf dan diislamkan oleh salah satu kyai di Ponorogo, Jawa Timur," tuturnya.

Pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat 45 tahun lalu tersebut menceritakan awal mula ketertarikannya bergabung menjadi anggota Banser.

"Dalam proses saya mempelajari Islam, saya cukup mengagumi sosok KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dari situlah saya banyak belajar dan mencermati NU," kata Anton. 

Menurutnya NU dengan gerakan keagamaan, kemasyarakatan dan kebangsaanya sangat selaras dengan budaya dengan ciri khas keindonesian, terutama ketika melihat sepak terjang Banser. 

"Dari situ saya mulai tertarik dengan Banser dan memutuskan untuk ikut bergabung menjadi Banser," imbuhnya.

Dengan mata berkaca-kaca Anton berkisah indahhya ia bergabung menjadi anggota Banser. Ia mengatakan tak mengira sambutan sahabat-sahabat Banser yang begitu hangat, ramah dan santun. Belum lagi ia manyaksikan dan merasakan sendiri keikhlasan dan ketulusan Banser dalam berjuang membela dan memperjuangkan agama dan bangsa. 

"Saya mulai bergabung di Banser sejak tahun 2017 dengan mengikuti Diklat Dasar Banser. Saya juga mohon doanya, semoga saya dan keluarga  bisa terus istiqomah berkhidmat di Banser dan NU serta mempelajari agama Islam yang rahmatan lil 'alamin," pungkasnya.

Kegiatan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) sendiri merupakan jenjang pengkaderan menengah dalam program kaderisasi Banser dengan tujuan mempersiapkan calon-calon pemimpin dan mendorong profesionalitas Banser. (RMI/RAC)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill