Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menerima bantuan APD dari Sinar Mas Land mengucapkan rasa terima kasihnya kepada perusahaan properti terbesar tersebut, Kamis (2/4/2020). (Istimewa / TangerangNews)
TANGERANGNEWS.com-Perusahaan properti terbesar Sinar Mas Land kembali menyalurkan bantuan kepada pemerintah daerah. Setelah sebelumnya ke Provinsi Banten, kali ini bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) sebagai program CSR Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk diserahkan oleh Kepala Divisi Corporate Affairs, Dony Martadisata kepada Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar yang didampingi oleh Direktur Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Naniek Isnaini di Pendopo, Kabupaten Tangerang, Jalan Ki Samaun No.1, Kota Tangerang.
Bantuan tersebut kemudian akan disalurkan oleh Pemerintah Daerah ke sejumlah rumah sakit rujukan yang menangani pasien korona di wilayah Kabupaten Tangerang.
Tampak setiap paket APD yang dikirim Sinar Mas Land berisi baju hazard, masker N95, sepatu bot, kacamata goggle mask, dan gloves rubber.
“Kegiatan ini dalam rangka membantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan APD bagi tenaga medis di rumah sakit dalam menangani pasien korona. Kita ingin semua melindungi diri dan keluarga dari wabah Corona. Terlebih tenaga medis, ” ujar Dony Martadisata, Kepala Divisi Corporate Affairs PT BSD.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih atas kepedulian Sinar Mas Land yang telah peduli dengan penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Tangerang.
"Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi tim medis karna tim medis sebagai garda terdepan untuk menghadapi pasien covid-19 di Kabupaten Tangerang" ucap Zaki. (RAZ)
Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.
Kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini punya ikon baru. Alun-alun Pondok Ranji bertransformasi menjadi ruang publik yang modern, inklusif, dan ramah keluarga.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""