Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pemuda ditemukan warga tewas mengambang di bekas galian pasir Kamping Ciakar, RT 03/01, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (4/4/2020).
Pemuda tersebut ditemukan dalam kondisi tangan tersangkut di pohon pisang sekitar pukul 14.30 WIB.
Penemuan jasad mengambang tersebut dibenarkan Kapolsek Panongan, AKP Nana Supriatna.
Nana kemudian merunut kronologis peristiwa yang merenggut nyawa Marsudin, 29 tahun, yang juga warga setempat.
Sekitar pukul 12.30 WIB, kata Nana, korban terlihat oleh warga yang melintas sedang mandi di lokasi.
"Saksi melihat korban menaiki batang pohon pisang dari pinggir ke tengah bekas galian pasir," kata Nana saat dikonfirmasi TangerangNews.
Korban diduga tidak bisa berenang, sehingga saat tidak bisa menjaga keseimbangan, korban kemudian terjatuh dari atas batang pisang tersebut, kemudian tenggelam.
"Korban ditemukan mengambang dengan kondisi meninggal sekitar pukul 14.30 WIB," imbuhnya.
Setelah dilakukan pendalaman informasi, lanjut Nana, korban mengalami gangguan jiwa.
"Sehari-hari posisi tangan diikat dengan rantai karena korban sering memukul warga sekitar," ujarnya.
Jasad korban kemudian dibawa warga ke rumah orang tuanya untuk dimakamkan.(RMI/HRU)
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGSebanyak 17 orang pelajar diamankan oleh jajaran Polsek Panongan usai terlibat aksi tawuran antar kelompok di Kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Senin 26 Oktober 2026, malam.
Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews