Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Tim Gugus Tugas COVID-19 Gerakan Pemuda Ansor Banten terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Virus Corona dengan memasifkan kegiatan penyemprotan disinfektan di berbagai tempat. Setelah bergerak di wilayah Serang dan Pandeglang, tim Gugus Ansor melanjutkan aksi kemanusiaanya di wilayah Tangerang Raya.
"Beberapa waktu lalu, kami bersama Tim Gugus Tugas dari BIN (Badan Intelejen Negara) Wilayah Banten melakukan penyemprotan di pesantren Cidahu dan pesantren An Nawawi Tanara. Sekarang ini kami bergeser ke Tangerang Raya dimulai dari pondok pesantren Al Istiqlaliyah, Cilongok, Pasarkemis,” tutur Sukiman selaku Ketua Tim Gugus Tugas COVID-19 GP Ansor Banten, Selasa (14/4/2020).
Menurut Sukiman, penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya menjadi perhatian serius Tim Gugus Tugas Ansor Banten dalam melakukan pencegahan penyebaran Corona. "Apalagi beberapa kecamatan juga telah ditetapkan sebagai zona merah, salah satunya adalah Kecamatan Pasarkemis,” tambahnya.
Komandan Banser Banten Rois Maliki mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda kemanusiaan lintas agama, suku, ras dan antar golongan yang guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
“Ini kita lakukan sebagai misi kemanusiaan, GP ANSOR dan Banser hadir untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat agar selalu waspada menghadapi wabah ini,” ujarnya.
“Untuk teknis di lapangan kita melibatkan sahabat-sahabat Banser Kabupaten Tangerang dan Kecamatan Pasarkemis juga berkoordinasi dengan pengasuh Pesantren sekaligus ulama panutan yang kharismatik yakni Abuya K.H. Uci Turtusi,” terang Rois.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Kepala BIN wilayah Banten, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Robert, dan Puluhan Kader Ansor dan Banser Kabupaten Tangerang.(RMI/HRU)
TODAY TAGMenikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews