Connect With Us

Zaki Jawab Keluhan Ketua RT di Kosambi Soal Bansos C0VID-19

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 19 April 2020 | 20:36

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar berdialog dengan Irwanto, Ketua RT di Kosambi terkait bantuan sosial bagi warga terdampak COVID-19, Sabtu (18/4/2020). (@TangerangNews2020 / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten tangerang, Irwanto, sempat viral di sosial media karena menyampaikan keresahannya terkait bantuan sosial (Bansos) bagi warga terdampak COVID-19.

Dia mengeluhkan tidak ada kejelasan kriteria penerima dana bansos sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK). Dari 137 KK di wilayahnya yang diajukan ke kecamatan untuk mendapat bansos, pihaknya hanya mendapat kuota 20 KK.

Hal itu pun mengakibatkan dirinya sebagai RT tidak dipercayai masyarakat. Dia mengaku mendapat tudingan melakukan korupsi dan memakan anggaran bansos.

Terkait keluhan itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan bahwa sebelumnya, Pemkab Tangerang cuma memiliki dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) sebesar Rp150 miliar untuk 3 bulan kedepan. Satu bulannya telah dianggarkan Rp50 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat melalui bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu per KK.

“Jumlah yang disepakati dalam rapat, kuota yang bisa mendapat bantuan dengan anggaran sebesar itu sekitar 83.333 KK, karena ini dalam keadaan darurat dan harus cepat,” jelas Zaki menjawab pertanyaan Irwanto melalui sambungan telepon, Sabtu (18/4/2020).

Lalu dalam perjalanannya, ada tambahan bantuan dari Kementerian Sosial dan Provinsi Banten. Sehingga quota KK yang bisa menerima bantuan itu semakin banyak.

“Sebenarnya itu bisa jadi solusi terkait keterbatasan dana kita. Tapi sayangnya, informasi tersebut tidak cepat sampai bawah, ini yang jadi kendala,” katanya.

Untuk itu, Zaki meminta agar seluruh ketua RT di Kabupaten Tangerang, termasuk Irwanto, berikan data calon penerima bantuan yang sesuai kriteria kepada camat atau lurah. Nantinya, data itu akan diverifikasi oleh Dinas Sosial untuk membuktikan apakah warga sudah seusai kriteria.

“Silahkan mendata, yang penting data yang diberikan jujur, bukan keluarga sendiri. Nanti kita yang tentukan,” jelasnya.

Zaki juga menjelaskan semua bantuan dari Pemkab Tangerang dan Provinsi Banten bentuknya BLT. Nantinya, bantuan itu dikirim ke melalui melalu PT Pos atau pun rekening bank penerima. (RAZ/RAC)

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

KAB. TANGERANG
Pria Ditemukan Tewas dengan Usus Terburai di Sepatan, Diduga Korban Pembunuhan Bermotif Dendam

Pria Ditemukan Tewas dengan Usus Terburai di Sepatan, Diduga Korban Pembunuhan Bermotif Dendam

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 22:18

Warga Kampung Bayur, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, dihebohkan oleh penemuan sesosok mayat pria pada Jumat malam 2 Oktober 2026.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill