Connect With Us

PSBB Tangerang Diperpanjang, Ini Penjelasan Zaki

Mohamad Romli | Minggu, 14 Juni 2020 | 22:05

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Tangerang kembali diperpanjang untuk dua pekan ke depan.

Keputusan memperpanjang PSBB hingga 28 Juni 2020 itu, sesuai hasil rapat evaluasi bersama Gubernur Banten Wahidin Halim yang dilakukan secara virtual.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan maksud perpanjangan PSBB ini.

"PSBB Kabupaten Tangerang diperpanjang untuk memberikan edukasi protokol kesehatan kepada masyarakat," kata Zaki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/06/2020).

Selain itu, tingkat penularan virus Corona di wilayah Tangerang juga menjadi salah satu alasan perpanjangan PSBB.

"Masih tinggi, tingkat penularan di wilayah Tangerang Raya masih diatas 1,2 RO. Walaupun saat ini terkonfirmasi pasien positifnya cenderung menurun, tapi (dasarnya) melihat dari survei-survei yang dilakukan baik dari epidemiologi kesehatan masyarakat maupun lainnya," jelasnya.

RO merupakan angka rata-rata seseorang yang terinfeksi akan menginfeksi orang lain dalam sebuah populasi yang tidak kebal akan virus ini.  Dengan RO 1,2, artinya setiap orang yang terinfeksi, kemungkinan akan menularkan virus Corona kepada lebih dari satu orang.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak keluar rumah apabila tidak ada kepeluan penting juga dinilai masih sangat rendah.

Sehingga, keputusan memperpanjang PSBB akan difokuskan kepada pembatasan tingkat lingkungan. Setiap lingkungan skala RT dan RW akan digerakkan untuk menjaga lingkungannya masing-masing.

"Kalau dilihat di wilayah Tangerang ini cukup dinamis pergerakan masyarakatnya, tapi kita berusaha untuk menekan, (karena) angka penyebaran masih tinggi. Oleh karena itu, tugas gugus tugas tingkat RT/RW untuk memberikan Informasi di lingkungannya," katanya.

"Kami juga mengajak kepada masyarakat untuk bisa menjaga lingkungannya dan bisa menjadi contoh bahkan menegur apabila di lingkunganya ada yang tidak memakai masker," sambungnya.

Edukasi bahaya penularan COVID-19 akan terus dilakukan selama vaksin virus mematikan itu belum ditemukan.

"Jadi selama vaksin belum ditemukan atau obatnya belum, ada kemungkinan kita terus melakukan imbauan kepada masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya. (RMI/RAC)

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill