Connect With Us

Cikupa Tertinggi Kasus Positif Corona, Dewan : Dari Cluster Perusahaan

Mohamad Romli | Senin, 7 September 2020 | 17:13

Data sebaran kasus positif Corona di Kabupaten Tangerang yang diakses dari situs https://covid19.tangerangkab.go.id/, Senin (7/9/2020) pukul 16.20 WIB. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sebaran kasus positif warga terjangkit virus Corona di Kecamatan Cikupa tembus 43 pasien. Data tersebut dilansir TangerangNews dari situs informasi resmi Pemerintah Kabupaten Tangerang, https://covid19.tangerangkab.go.id/, Senin (7/9/2020) pukul 16.20 WIB.

Cikupa menempati posisi tertinggi, disusul Kecamatan Kelapa Dua 38 kasus, Curug 35 kasus, Pasar Kemis 32 kasus, Sindang Jaya 19 kasus, Rajeg 13 kasus, Sukadiri 11 kasus, Solear 8 kasus, Tigaraksa 6 kasus.

Sementara, Teluknaga, Kronjo dan Sepatan masing-masing 5 kasus. Panongan, Pagedangan, Balaraja, Pakuhaji, Jayanti masing-masing 4 kasus, disusul Mauk dengan 3 kasus. Kemudian Legok, Cisauk, Sukamulya, Sepatan Timur dan Jambe masing-masing dengan 2 kasus. Kemiri dan Kosambi masing-masing 2 kasus. 

Dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, 4 kecamatan masih nihil dari kasus positif Corona, yaitu Cisoka, Gunung Kaler, Kresek dan Mekar Baru.

Menanggapi data tersebut, anggota DPRD dari daerah pemilihan Cikupa Deden Umardani mengatakan, tingginya angka positif Corona di wilayahnya dipicu migrasi kasus dari wilayah sekitar.

Ia berpendapat, kasus baru muncul dari cluster karyawan pabrik. Mereka bekerja di wilayah Kota Tangerang, namun bertempat tinggal di Cikupa.

"Banyaknya kerumunan bahkan dengan tidak pakai masker. Lemahnya kontrol pelaksanaan protokol pencegahan COVID-19 di perusahaan-perusahaan, tidak adanya sinergi antar daerah di Tangerang Raya dalam upaya pencegahan bersama, ini pemicu kasus COVID-19 baru di Kabupaten Tangerang," ungkapnya kepada TangerangNews, Senin (7/9/2020).

Ia menyontohkan, mereka yang terjangkit bekerja pada salah satu perusahaan besar di Kota Tangerang. Kemudian, turut menularkan virus tersebut ke lingkungan tempat tinggal di sebuah perumahan di Cikupa.

"Pihak Puskesmas sedang melakukan tracing di perumahan tersebut," katanya.

Munculnya cluster tersebut diharapkan membuat Pemkab Tangerang juga mulai mewaspadai kemungkinan perusahaan menjadi lokasi penyebaran COVID-19. Namun, hingga saat ini, ia sebagai wakil rakyat belum menerima data hasil pengawasan tersebut.

"Kami belum pernah mendapatkan data hasil tracing di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Sehingga, kami pun sulit memetakannya," katanya.

Deden juga menuding, saat ini belum terjadi integrasi data antar wilayah. Ia menyontohkan, warga karyawan yang terpapar COVID-19 di lingkungan perusahaan di kota Tangerang, belum tentu datanya masuk ke Kabupaten Tangerang, meskipun karyawan tersebut berdomisili di Cikupa. 

Hal itu terjadi, karena saat pemeriksaan dilakukan oleh pihak perusahaan, atau di lokasi pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan pihak perusahaan yang berlokasi di Kota Tangerang.

"Integrasi data antar wilayah ini yang belum terjadi. Sehingga, dengan mobilitas warga yang tinggi antar wilayah karena urusan pekerjaan, bisa memicu munculnya kasus baru Corona. Namun pihak pemerintah daerah tempat karyawan itu berdomisili, tidak mengetahuinya," pungkasnya. (RMI/RAC)

NASIONAL
PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

PLN Group Jalin Lima Kolaborasi Strategis Senilai Rp3,3 Triliun di Electricity Connect 2026

Kamis, 24 September 2026 | 19:55

PLN Group menjalin lima kolaborasi strategis dengan estimasi nilai mencapai Rp3,3 triliun dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Selasa 22 September 2026.

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill