Connect With Us

Penembak di Viper Gading Serpong Ngaku Anggota Densus 88

Redaksi | Kamis, 15 Oktober 2020 | 09:00

Alfredo, mantan anggota TNI, menjadi korban penembakan di klub malam Viper, Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (15/10/2020), pukul 01.16 WIB. (@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com-Peristiwa penembakan di klub malam Viper, Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang terjadi sekitar pukul 01.16 WIB, Kamis (15/10/2020), ternyata korbannya adalah seorang mantan anggota TNI bernama Alfredo.

Sedangkan pelaku yang belum diketahui identitasnya mengaku berteriak bahwa dia adalah anggota Densus 88.

"Mohon nama saya jangan disebutkan. Saya ada di sana semalam. Korban juga saya kenal, namanya Alfredo. Dia mantan anggota TNI, dia baik. Disampaikan ke orang yang menembak dia itu agar jangan serampangan atau resek di tempat hiburan. Namun, si penembak ini malahan emosi, dia bilang bahwa dia anggota Densus 88. Setelah itu korban dibawa ke RS Bethsaida Gading Serpong," ujar B kepada TangerangNews.com.

Sementara itu, Kapolsek Kelapa Dua, AKP Muharram Wibisono mengatakan, dirinya baru mendapat laporan dari anggota. "Masih dicheck. Tapi emang ada keributan. Bersabar karena masih dalam lidik (penyelidikan)," terang dia.

 

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill