Tampak tembok dapur yang dijebol ditutupi kardus, setelah pelaku pencurian malancarkan aksinya di indekost di Desa Talagasari, RT 3/5, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. (Istimewa / Istimewa)
TANGERANGNEWS.com-Aksi pencurian dengan membobol tembok kamar kos terjadi di Desa Talagasari, RT 3/5, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa (15/12/2020) kemarin.
Berdasarkan keterangan korban, Nurwahid, awalnya pelaku sempat menyewa kamar kos di sebelah kamarnya. Pelaku sudah mendapat kunci, belum juga menempatinya.
"Pelaku cuma datang sekali untuk mengecek kamar, terus pergi lagi. Saat datang kedua kalinya, pelaku sempat bercengkrama dengan penghuni lain termasuk saya," jelasnya, Kamis (17/12/2020).
Ternyata pelaku mencari tahu kegiatan para penghuni kos yang kebayakan karyawan swasta. "Dia nanya, 'pada kerja shif berapa?' Kebanyakan pada non shift, saya doang yang shift," ujar Nurwahid.
Hari selanjutnya, pelaku terlihat datang ke kost dengan membawa kardus. Korban yang tidak menaruh curiga pun berangkat kerja sekitar pukul 13.30 WIB.
Pelaku diduga beraksi sekitar pukul 15.30 WIB. Meski saat membobol tembok terdengar tetangga sekitar, namun tidak ada yang curiga sedikit pun.
Warga beranggapan pelaku tengah beres-beres tempat kosnya, karena sebelumnya terlihat membawa barang-barang.
Sekitar pukul 17.30 WIB, pelaku keluar sambil membawa boks kardus. Korban yang baru pulang sekitar pukul 23.00 WIB, merasakan keanehan karena pintu kosnya terkunci dari dalam.
"Saat saya tengok dari ventilasi pintu, ternyata kamar sudah dalam keadaan berantakan," kata Nurwahid.
Ketika diperiksa ternyata tembok dapurnya sudah dalam keadaan jebol. Pelaku pun berhasil menggasak sejumlah barang berharga milik korban, seperti tiga unit ponsel beserta charger, sejumlah pakaian dan uang, serta tabung gas. "Kira-kira total kerugian sekitar Rp5 juta," ujarnya.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang resmi meluncurkan program SAHABAT MBR (Sahkan Bangunan Bersama Rakyat Masyarakat Berpenghasilan Rendah).
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah warga akan dibedah sepanjang 2026. Jumlah tersebut berdasarkan hasil seleksi dari tingkat urgensi di lapangan.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""