Connect With Us

Asal Muasal Nama Tigaraksa di Tangerang

Redaksi | Jumat, 18 Desember 2020 | 17:48

Tugu Patung Tigaraksa yang berada di wilayah Tigaraksa kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (18/12/2020). (@TangerangNews / Masyrifatul Laila)

TANGERANGNEWS.com-Tigaraksa merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang. Konon kata Tigaraksa ini berasal dari  tiga raksasa.

Tiga Raksasa yang dimaksud yaitu Ki Mas Laeng, Ki Seteng, dan Syekh Mubarok yang kemudian disingkat menjadi Tigaraksa.

"Dulu di sini ada tiga tokoh yaitu Ki Mas Laeng, Ki Seteng dan yang satunya lagi Syekh Mubarok.  Katanya dulu yang menyebarkan agama Islam di sini", ujar Udin.

Makam keramat Ki Seteng yang berada di wilayah Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Jumat (18/12/2020).

Menurut penuturan warga sekitar, Ki Mas Laeng dan juga Ki Seteng sebelumnya bukan pemeluk agama Islam yang kemudian disatukan oleh salah satu pemuka agama Islam, yaitu Syekh Mubarok dan Tigaraksa menjadi tempat berkumpulnya ketiga tokoh itu. 

Baca Juga :

Nama ketiga tokoh ini pun diabadikan dengan dijadikan nama jalan. Jalan Raya Ki Mas Laeng dan Ki Seteng Katomas, Tigaraksa. Begitu pun  Jalan Syekh Mubarok sebagai jalan penguhubung Kecamatan Tigaraksa dan Kecamatan Cisoka.

Makam keramat Ki Mas Laeng yang berada di wilayah Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Jumat (18/12/2020).

"Kalau untuk nama jalannya dinamakan sejak dulu saya tinggal di sini memang Jalan Ki Mas Laeng dan Ki Seteng sih dari tahun 1996," tambah Jimi salah satu warga yang tinggal di Jalan Ki Seteng. (RED/RAC)

TANGSEL
Pemkot Tangsel Berpacu dengan Waktu Bangun Venue Porprov VII Banten

Pemkot Tangsel Berpacu dengan Waktu Bangun Venue Porprov VII Banten

Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:44

Persiapan venue pertandingan terus dikebut Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang semakin dekat.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill