Wisata Telaga Biru Cigaru, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. (TangerangNews / Ahmad Nur Fauzi Mahasiswa Unis)
TANGERANGNEWS.com-Selama pandemi beberapa tempat wisata di Tangerang mengalami penuran pendapatan. Hal itu dikarenakan sedikitnya pengunjung yang datang.
Salah satunya yaitu tempat wisata Telaga Biru Cigaru, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Sama sekali berbeda dengan sebelum pandemi, kala pemerintah telah mengumumkan PSBB, lokasi ini menjadi sepi sekali.
Andi salah seorang pengelola Telaga Biru kepada TangerangNews.com mengatakan, jumlah pengunjung bukan lagi turun, tetapi anjlok sangat drastis. Agak ramai pengunjung hanya dirasakan saat akhir pekan atau libur nasional, itu pun jika cuaca tidak hujan.
"Pokoknya sepi banget," imbuhnya.
Andi mengatakan,hal itu berdampak pada sektor perekonomian warga sekitar. Sebab, hampir seluruh warga mencari penghasilan di tempat wisata itu.
“Saya berharap minimal pengunjung dapat kembali ke sini, miminal pengujung lokal (Tangerang Raya),” harapnya.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia mengungkapkan kesannya usai mendengar pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya, Selasa, 13 Januari 2026, lalu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menempatkan tong komposter di sejumlah pasar tradisional guna mengurangi penumpukan sampah organik seperti sisa sayur dan buah.
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""