Connect With Us

Razia Mbargo Berbuntut Panjang, Satpol PP Tangerang Ikut Turun Tangan

Rachman Deniansyah | Senin, 18 Januari 2021 | 19:25

Aparat gabungan yang terdiri dari petugas Satpol PP, TNI dan Polri saat merazia tempat hiburan malam Mbargo EC yang berlokasi di Ruko Rodeo Drive di Jalan Gading Serpong Boulevard No.28 – 29 , Pakulonan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Perseteruan lokasi tempat hiburan dengan Kapolsek Kelapa Dua terus berjalan. Kali ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang ikut turun tangan dalam razia yang berbuntut panjang tersebut. 

 

Seperti diketahui peristiwa hukum telah dilayangkan manajemen Mbargo EC By Tripple Eight Excecutive Club untuk menjerat Kapolsek. Hal itu dilakukan usai razia gabungan yang dilakukan malam tahun baru, Kamis (31/12/2020) lalu ke klub malam tersebut. 

 

Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Kabupaten Tangerang, Sumartono, Senin (18/1/2021) mengatakan, tidak benar jika aparat gabungan arogan dalam melaksanakan razia terhadap Mbrgo. Dia bahkan menjamin, bahwa razia  sudah dilakukan dengan prosedur dan sesuai aturan. 

 

"Kami informasikan bahwa kegiatan razia gabungan Polsek, Koramil, Kecamatan Kelapa Dua dan Satpol PP Kabupaten (Tangerang) pada malam tahun baru, telah kami lakukan dengan humanis," ucap Sumartono kepada awak media.

Operasi tersebut juga, dilakukan tanpa melakukan kekerasan. 

 

"Tak melakukan kekerasan atau pengerusakan aset pihak klub," sambungnya. 

Meski begitu, Sumartono mengaku tak mengetahui apapun terkait adanya tempat peribadatan.

 

"Adapun berkaitan dengan tempat ibadah, kami tidak mengetahuinya sama sekali," tuturnya. 

 

Diketahui sebelumnya, Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharram Wibisono dan Kanit Reskrim Iptu Agam Tsaani, dilaporkan pihak tempat hiburan malam ke  Divisi Propam.

Baca Juga :

 

Keduanya dilaporkan atas dugaan sikap arogansi dan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas, salah satunya masuk ke dalam suatu ruangan yang disebut sebagai tempat ibadah. 

 

Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharram Wibisono menyebut bahwa tak ada tempat ibadah di tempat hiburan malam tersebut. 

 

"Tidak ada tempat ibadah, kita sisir semua ruangan yang berbentuk seperti ruangan karaoke, sebagai antisipasi jangan sampai malah ada yang pesta narkoba," bantah Wibi, Sabtu (16/1/2021). 

 

Merasa tindakan yang dilakukan telah sesuai dengan aturan, Wibi pun menegaskan bahwa dirinya siap memberikan kesaksian yang sebenar-benarnya.

 

"Ya kita akan berikan penjelasan kepada pihak Propam terkait operasi tersebut. Intinya kami dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan Kelapa Dua melakukan patroli tempat hiburan malam yang buka pada malam tahun baru sesuai dengan ketentuan yang ada," tegasnya.

BANTEN
Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:43

Gubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.

BANDARA
Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:53

Maskapai penerbangan Citilink menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pengalaman terbang pelanggannya melalui kolaborasi strategis bersama Krispy Kreme Indonesia.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill